BerandaBeritaCerita Warga Lebak Penyintas Banjir Bandang Aceh

Cerita Warga Lebak Penyintas Banjir Bandang Aceh

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Empat warga Lebak penyintas banjir bandang Provinsi Aceh kembali dengan selamat ke kediamannya di Kampung Lebak Saninten Kelurahan Muara Ciujung Barat Kecamatan Rangkasbitung pada Minggu 7 Desember 2025.

Keempat warga Lebak tersebut yakni Rinda Rianti, Noni Fauziah, dan Yati Suryati yang merupakan satu keluarga. Kemudian satu orang di antaranya ialah Abdul Kholik, sopir mereka saat berkendara ke Provinsi Aceh.

Saat ditemui di kediamannya, Noni Fauziah menceritakan pengalaman dramatis yang mereka alami saat bertahan kala banjir bandang menerjang. Yang paling ia ingat, ketika mereka berempat bertahan di lantai dua Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama 421 warga yang menunggu pertolongan.

“Kami bertahan di masjid sejak tanggal 16 November dan bertahan selama sepekan karena terjebak banjir. Air sangat deras, tak ada makanan. Selama sepekan, kami menahan lapar,” kata Noni.

Baca Juga: Warga Penyintas Banjir Bandang di Kabupaten Lebak Tetap Ikut Memilih

Mereka bertahan selama sepekan sambil merasa takut air deras dari bandang menjangkau tempat mereka. Kondisi itu diperparah karena selama sepekan itu, mereka harus menahan rasa lapar karena ketiadaan pasokan. Hanya sesekali warga setempat membantu, meski tak sampai membuat perut mereka kenyang.

Keempat warga Lebak terpaksa bertahan di masjid sejak tanggal 16 November dan bertahan selama sepekan karena terjebak banjir.

Noni menyebut, yang paling membuat dirinya merasa ngeri adalah saat ia melihat salah satu warga setempat yang meninggal. Oleh warga lainnya jenazahnya dikafani, namun karena tidak memungkinkan melangsungkan pemakaman, jenazah itu akhirnya digantung di atas sebuah pohon kelapa sawit.

“Tak ada tanda-tanda bantuan sama sekali. Kami hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Melihat air, sudah kayak tidur di tangah lautan. Kita merasa dibunuh secara perlahan,” imbuhnya.

Baca Juga: Empat Warga Lebak yang Terjebak Banjir Aceh Tiba di Rumah dengan Selamat

Setelah sepekan bertahan, air mulai surut hingga setinggi lutut, namun arus banjir masih deras. Setelah kondisi memungkinkan, mereka akhirnya berkesempatan menghubungi keluarganya di Kabupaten Lebak dengan bantuan jaringan satelit. Hal itu kemudian menjadi titik balik mereka berempat untuk kembali bertahan hidup.

“Dari lokasi masjid, saya dapat info dari warga bahwa ada yang menyiapkan satelit. Akhirnya Rinda jalan kaki sekitar 2 kilometer dan kami menghubungi keluarga,” ucapnya.

Noni melanjutkan, usai menghubungi keluarga di Lebak, mereka diarahkan menuju Kota Langsa. Kemudian dari Kabupaten Aceh Tamiang mereka menumpang sebuah mobil pick up. Setibanya di Kota Langsa, mereka menumpang di salah satu rekan yang mengenal keluarga mereka di Lebak.

“Baru kita hubungi Pemkab Lebak hingga akhirnya kita dipulangkan kemarin. Kami sangat bersyukur masih bisa selamat,” tandasnya.

Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemda yang telah memfasilitasi sehingga mereka dapat kembali ke rumah dengan selamat.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -