Pandeglang, Bantentv.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang terus memperkuat sinergi untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kolaborasi dengan insan pers yang tergabung dalam Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat pada Senin, 9 Maret 2026, Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Gimas Rahadyan, menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan misi penyelamatan generasi bangsa. Menurutnya, akar dari berbagai persoalan sosial saat ini bermuara pada unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Baca Juga: DP2KBP3A Pandeglang Intensif Dampingi Siswi Korban Kekerasan Seksual
Gimas menjelaskan, tantangan besar seperti kekerasan seksual, tingginya angka perceraian, hingga konflik internal keluarga tidak muncul begitu saja. Ada simpul utama yang harus dibenahi sejak awal.
“Kami mempunyai misi untuk menarik simpul utama dari permasalahan yang timbul saat ini. Mulai dari kekerasan terhadap anak hingga tingginya angka perceraian, semuanya berhulu di dalam keluarga. Dan ‘titik nol’ atau titik mulainya adalah pernikahan,” ungkap Gimas di hadapan awak media.
Ia menambahkan, pemahaman yang matang sebelum membangun rumah tangga menjadi kunci utama agar permasalahan keluarga tidak berujung pada kekerasan yang mengorbankan perempuan dan anak.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Perkuat Sinergitas OPD
Selain fokus pada ketahanan keluarga, DP2KBP3A juga bergerak aktif di lingkungan pendidikan. Isu perundungan atau bullying menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang permanen terhadap psikologis anak.
Hingga saat ini, DP2KBP3A telah masif melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Pandeglang. Langkah preventif ini menyasar para siswa, guru, hingga orang tua murid.
“Kami rutin mengadakan sosialisasi tentang bahaya bullying kepada masyarakat maupun siswa di sekolah. Tujuannya agar anak-anak kita tidak menjadi pelaku maupun korban. Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi mereka untuk tumbuh,” tegasnya.
Melalui diskusi bersama Porwan ini, diharapkan informasi mengenai perlindungan anak dan penguatan keluarga dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat, sehingga kasus kekerasan di Kabupaten Pandeglang dapat ditekan secara signifikan.
Editor : Erina Faiha