BerandaBeritaBudi Rustandi Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Belasan Juta untuk Warga...

Budi Rustandi Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Belasan Juta untuk Warga Cirongge

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai belasan juta rupiah kepada seorang warga di Daerah Cirongge, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Bantuan tersebut diberikan setelah Budi meninjau langsung kondisi rumah warga yang dinilai tidak layak huni dan memerlukan penanganan segera.

Dalam kunjungannya, Budi menunjukkan kepedulian sosial dengan melihat secara langsung kondisi tempat tinggal warga yang memprihatinkan.

“Mari kita lihat sama-sama bahwa tempatnya miris ya. Dan insyaallah kami akan segera membangun tempat tinggalnya agar benar-benar layak,” ujar Budi saat diwawancarai di lokasi, Senin, 15 Juni 2026.

​Ia menambahkan bahwa kondisi rumah tersebut sudah tidak sehat karena seluruh aktivitas domestik menyatu di satu ruangan sempit.

“Karena kan tadi masaknya di tempat itu, tidurnya di tempat itu juga. Dan semoga dimudahkan dan si ibu benar-benar mendapatkan tempat yang layak,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkot Serang Targetkan Perbaikan Ribuan RTLH Rampung 2026

​Untuk merealisasikan pembangunan, Budi memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp15 juta. Agar alokasi dana tersebut tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk material bangunan, Budi meminta pihak kelurahan setempat untuk melakukan pengawasan ketat.

​”Bantuan tunai sebesar 15 juta yang akan langsung dibangun lewat lurah. Tapi uangnya bukan dipegang lurah, tapi lurah yang akan ngawal itu biar benar-benar uang itu terpakai untuk pembangunan. Jangan sampai dipakai yang tidak-tidak,” tegas Budi.

​Pertemuan tersebut sempat diwarnai suasana haru yang mendalam. Pemilik rumah Minjayanti, yang tidak mampu membendung rasa bahagianya dan berulang kali menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Budi Rustandi.

​Merespons momen haru tersebut, Budi mengaku sangat tersentuh. Baginya, aksi sosial ini bukan sekadar membantu sesama, melainkan sebuah bentuk pertolongan bagi dirinya sendiri untuk di akhirat kelak.

​”Ya saya juga kan terharu, artinya saya juga sebagai manusia biasa. Tentunya ketika hamba-Nya Allah itu kan butuh pertolongan, berdoa, mungkin lewat saya dijawab doanya,” tutur Budi.

​”Tentunya juga saya merasa tertolong. Karena sebenarnya, karena sesungguhnya yang butuh pertolongan itu bukan beliaunya, tapi saya. Karena itu untuk bekal saya insyaallah di akhirat,” jelasnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -