BerandaBeritaBNNP Banten Ingatkan Bahaya Vape, Berpotensi Disusupi Narkotika

BNNP Banten Ingatkan Bahaya Vape, Berpotensi Disusupi Narkotika

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Penggunaan rokok elektrik atau vape semakin marak dan kerap dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern. Namun di balik tren tersebut, terdapat bahaya bagi kesehatan serta potensi penyalahgunaan narkotika.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Kombes Pol Dinnar Widargo, menegaskan bahwa vape tidak hanya berdampak pada kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat menimbulkan ketergantungan zat adiktif yang berbahaya.

“Bahaya vape ini tidak bisa dianggap sepele. Selain merusak kesehatan, juga berpotensi menjadi media penyalahgunaan narkotika,” ujar Dinnar.

Baca Juga: Temukan Kandungan Narkotika di Cairan Vape, BNN akan Larang Penggunaan Vape?

Berdasarkan penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,11 juta jiwa usia produktif.

Angka tersebut menunjukkan tingginya potensi penyalahgunaan narkotika yang dapat menyasar berbagai kalangan, termasuk pengguna vape.

BNN juga mengungkap hasil uji laboratorium terhadap 300 sampel liquid vape. Dari hasil tersebut ditemukan sejumlah kandungan berbahaya.

Sebanyak 11 sampel mengandung kanabinoid sintetis, 1 sampel mengandung metamfetamin, serta 23 sampel mengandung zat kimia berbahaya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa liquid vape telah disusupi narkotika golongan I dan II yang dapat merusak sistem saraf pengguna.

Baca Juga: Gubernur Banten Dukung Larangan Vape oleh BNN

BNN juga mencatat terdapat 1.386 jenis zat psikoaktif baru (NPS) di dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 jenis sudah terdeteksi beredar di Indonesia.

Vape dinilai menjadi salah satu media yang rawan dimanfaatkan untuk mendistribusikan zat psikoaktif baru tersebut.

BNNP Banten pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh tren penggunaan vape yang berisiko bagi kesehatan dan keselamatan.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -