Selasa, Februari 17, 2026
BerandaBeritaBiasakan Membaca Sejak Dini, Anak Lebih Kreatif dan Kritis Hadapi Media Sosial

Biasakan Membaca Sejak Dini, Anak Lebih Kreatif dan Kritis Hadapi Media Sosial

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Di era digital, banyak anak-anak lebih sering menatap layar dibanding buku. Fenomena ini menjadi perhatian Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Ia mengajak orang tua mulai membiasakan anak membaca sejak usia dini.

“Membiasakan anak-anak sejak dini untuk membaca adalah tanggung jawab kita semua. Membaca nyaring di rumah bisa menjadi cara anak gemar membaca sekaligus melatih imajinasi mereka,” ujar Tinawati saat Festival Literasi 2026 di Mall of Serang, Minggu 1 Februari 2026.

Festival Literasi 2026 digelar dalam rangka Hari Membacakan Nyaring Sedunia (World Read Aloud Day).

Kegiatan ini menghadirkan anak-anak membaca berbagai buku dengan suara lantang. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong orang tua menciptakan inovasi dalam menemani kegiatan literasi di rumah.

Baca Juga: Tips Jitu Literasi Gen Z: Melek Buku & Dunia Digital!

Tema kegiatan kali ini adalah ‘Buku Sumber Imajinasiku Berkreasi’. Ketua Pelaksana Read Aloud Serang, Arifiatul Hasanah, menjelaskan buku-buku bergambar bisa memicu imajinasi dan kreativitas anak.

Di sisi lain, membaca dengan nyaring dianggap efektif meningkatkan minat baca sejak usia dini.

Komunitas literasi seperti Read Aloud Serang mulai marak di Provinsi Banten. Menurut Devyanti Asmalasari dari Kantor Bahasa Provinsi Banten, dukungan komunitas dan sekolah penting untuk menumbuhkan kecakapan literasi anak. Terutama di daerah dengan indeks literasi rendah.

Baca Juga: Perpustakaan Bisa Jadi Ruang Hidup? Begini Penjelasan Bunda Literasi Banten

“Kami mengirimkan buku bermutu ke sekolah-sekolah, termasuk buku cerita bergambar dalam bahasa daerah Sunda, Jawa, dan Melayu Betawi. Dengan membaca buku, anak-anak bisa mencintai bahasa daerahnya sekaligus memahami kearifan lokal masyarakat Banten,” ujarnya.

Membiasakan anak membaca sejak dini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga bekal menghadapi gempuran konten digital. Anak yang terbiasa membaca diyakini lebih kreatif, kritis, dan mampu memilah informasi di era media sosial.

TERKAIT
- Advertisment -