Serang, Bantentv.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp1,1 triliun pada tahun 2026.
Target tersebut terdiri atas Rp168 miliar yang tercatat dalam neraca Baznas dan sekitar Rp800 miliar di luar neraca.
Ketua Baznas Provinsi Banten, Prof. Syibli Syarjaya, menyebut angka tersebut realistis jika melihat potensi zakat di Banten yang mencapai Rp11,03 triliun.
Pernyataan itu disampaikan Prof. Syibli usai Rapat Koordinasi Daerah Baznas se-Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca Juga: Baznas Mitra Pemerintah dalam Penanggulangan Kemiskinan
“Tentu kita sosialisasi, edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat, dan lain sebagainya,” ujar Prof. Syibli.
Menurutnya, strategi peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.
Lebih lanjut, mantan Rektor UIN SMH Banten itu menjelaskan bahwa Baznas terus memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk memperluas jangkauan penerimaan zakat.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penghimpunan dana dan memastikan penyalurannya tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, turut memberikan apresiasi terhadap peran Baznas yang dinilainya sangat besar dalam membantu pemerintah daerah mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia menilai, program-program sosial yang dijalankan Baznas memiliki efisiensi tinggi dibandingkan dengan kegiatan serupa yang dilakukan pemerintah.
“Baznas ini lebih efektif dan ekonomis, contohnya (program) katarak, kalau kita, pemerintah, mungkin biayanya lebih tinggi, bisa satu orang Rp10 juta, tapi dengan Baznas hanya Rp2,5 juta,” ungkapnya.
Menurut Dimyati, efektivitas dan transparansi Baznas menjadi modal penting dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di Provinsi Banten agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.