Serang, Bantentv.com — Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak 12 hingga 16 Januari 2026 mengakibatkan bencana hidrometeorologi meluas di berbagai wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat kejadian banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah terjadi di 46 desa yang tersebar di 19 kecamatan.
Banjir menjadi bencana paling dominan dengan dampak signifikan terhadap permukiman warga. Wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, Binuang, dan Carenang.
Selain banjir, angin kencang disertai pohon tumbang terjadi di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Peristiwa tersebut menyebabkan satu rumah roboh di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka. Sementara itu, pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Kecamatan Mancak dan Cikeusal.
Baca Juga: Hadapi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Cilegon Pastikan Alat Kebencanaan Aman
Berdasarkan data sementara BPBD, sebanyak 6.257 kepala keluarga (KK) atau 21.304 jiwa terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, terdapat 526 lansia, 1.379 balita, 793 anak-anak, delapan ibu hamil, dan 32 ibu menyusui. BPBD memastikan tidak ada korban meninggal dunia, namun satu warga dilaporkan mengalami luka.
Kerusakan bangunan didominasi rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 5.612 unit. Selain itu, tercatat 43 rumah rusak akibat longsor dan tiga rumah terdampak angin kencang, sehingga total rumah terdampak mencapai 5.658 unit. Banjir juga mengganggu sejumlah fasilitas umum serta akses jalan di beberapa titik.
BPBD Kabupaten Serang bersama tim gabungan terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi, kaji cepat, pemantauan lapangan, hingga evakuasi warga. BPBD Provinsi Banten turut mendukung dengan mendistribusikan perahu evakuasi. Evakuasi dilakukan, salah satunya di Desa Cakung, Kecamatan Binuang, serta pendirian tenda pengungsian di Kampung Kuranji. Saat ini, lokasi pengungsian berada di Masjid Baitul Mukminin, Desa Cakung.
Baca Juga: Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Polres Cilegon Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat, mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di seluruh lokasi terdampak. Tim gabungan telah diterjunkan untuk evakuasi, pendirian tenda pengungsian, serta pendistribusian logistik. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera mengungsi apabila terjadi kenaikan tinggi muka air,” ujar Ajat.
Kondisi terkini menunjukkan sebagian wilayah mulai berangsur kondusif, meski genangan air masih tersisa di sejumlah desa dengan ketinggian antara 5 hingga 70 sentimeter. Cuaca di wilayah Kabupaten Serang dilaporkan berawan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Tingkat ancaman diperkirakan berada pada kategori sedang hingga tinggi, dipengaruhi curah hujan dan potensi luapan sungai.
Selain itu, BPBD juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain alat penyedot air, makanan siap saji, perahu evakuasi, obat-obatan, WC portabel, selimut, family kit, dan baby kit. Masyarakat di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta segera melakukan evakuasi jika terjadi peningkatan tinggi muka air.
Editor : Erina Faiha