BerandaBeritaBanjir Belum Surut, Ratusan Warga Binuang Bertahan di Pengungsian

Banjir Belum Surut, Ratusan Warga Binuang Bertahan di Pengungsian

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Ratusan warga di Kecamatan Binuang, tepatnya di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kabupaten Serang hingga kini masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati akibat banjir.

Warga memilih tinggal di berbagai lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi membaik, sekaligus berharap adanya solusi konkret dari pemerintah terkait penanganan banjir yang berulang terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ratusan Rumah di Carenang dan Binuang Terendam Banjir, Warga Mengungsi

Banjir yang melanda kawasan tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cidurian. Kondisi ini membuat sebagian besar rumah warga masih terendam, sehingga warga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan bertahan di tenda-tenda pengungsian maupun fasilitas umum.

Hingga saat ini, sebagian warga telah berada di pengungsian hampir selama satu bulan karena air belum sepenuhnya surut.

Salah satu warga terdampak, Royadi, menyampaikan bahwa banjir akibat luapan Sungai Cidurian sejak awal Januari telah merendam permukiman warga.

Ratusan Warga Binuang masih bertahan di pengungsian (Bantentv.com/ Riki)
Ratusan Warga Binuang masih bertahan di pengungsian (Bantentv.com/ Riki)

Pada 8 Januari, banjir tidak kunjung surut, sehingga warga memutuskan mengungsi ke tenda yang berada di atas tanggul sebagai langkah untuk menyelamatkan diri.

Royadi juga mengungkapkan bahwa jumlah warga yang masih berada di pengungsian mencapai ratusan orang.

Di tenda yang berada di tanggul tercatat sebanyak 105 orang, sementara 65 orang mengungsi di masjid dan 75 orang di mushola.

Selain itu, sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke kampung tetangga yang masuk wilayah Tangerang.

Banjir di wilayah tersebut dilaporkan masih terjadi dengan ketinggian yang bervariasi. Meski di sejumlah lokasi air mulai surut, namun di beberapa area ketinggian air masih mencapai lebih dari satu meter.

Warga menyebut banjir semacam ini sudah sering terjadi, sehingga mereka meminta pemerintah untuk membangun tanggul sebagai upaya pencegahan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang dan memaksa warga kembali ke pengungsian.

“Kita berharap kepada pemerintah kabupaten Serang dan provinsi Banten, kita minta untuk dibuatkan tanggul karena ini tanggulnya udah turun. Kita sudah sampaikan juga ini ke Pemerintah Desa kemudian Kecamatan bahkan ke PU,” ungkap Royadi, salah seorang warga.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Serang Komisi IV dari Fraksi PAN, Desi Ferawati, turun langsung menemui warga di lokasi pengungsian.

Ia menyampaikan bahwa dampak banjir dirasakan cukup luas oleh masyarakat, bahkan menyebabkan aktivitas anak-anak terganggu karena tidak dapat bersekolah akibat kondisi banjir yang belum tertangani.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait. Menurut saya, setiap daerah kan berbeda-beda sebab-akibatnya, sehingga ini masih terus dikaji. Kalau misal ini ada permasalahannya di tanggul, maka nanti kita akan melibatkan balai, nanti saya akan koordinasi dengan PU,” ujar Desi.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong instansi terkait untuk segera mengatasi persoalan banjir tersebut.

Penanganan banjir di wilayah Binuang dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama yang memerlukan koordinasi lintas sektor, agar warga dapat segera kembali ke rumah dan tidak lagi harus bertahan di pengungsian dalam waktu yang lama.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -