Serang, Bantentv.com – Dua puluh lima tahun sudah Provinsi Banten berdiri. Di usia seperempat abad ini, semangat perjuangan para pendiri kembali menggema dari ruang rapat paripurna DPRD Banten. Salah satunya datang dari Tryana Sjam’un, tokoh yang menjadi bagian penting dalam lahirnya Provinsi Banten.
Dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-25 Provinsi Banten, Sabtu, 4 November 2025, Tryana hadir bukan sekadar tamu kehormatan, tetapi juga sebagai pengingat sejarah.
Ia menegaskan bahwa perjuangan panjang untuk memisahkan diri dari Jawa Barat dulu bukan hanya tentang wilayah administratif, melainkan tentang cita-cita besar: meningkatkan kesejahteraan rakyat Banten.
“Jangan sampai perjuangan ini hanya jadi sejarah. Tujuan pembentukan Banten adalah agar rakyatnya lebih sejahtera,” tegas Tryana.
Bagi Tryana, pembentukan Banten bukan hasil pemberian, tetapi buah dari tekad dan kerja keras masyarakat yang ingin mengelola potensi daerahnya sendiri.
Karena itu, setiap kebijakan yang diambil pemerintah hari ini seharusnya berakar pada semangat perjuangan tersebut.
“Provinsi Banten lahir dari perjuangan panjang, bukan hadiah. Cita-citanya hanya satu, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten,” ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Koordinasi (Bakor) Pembentukan Provinsi Banten tersebut juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang kini mulai terbangun antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Menurutnya, arah pembangunan Banten sudah semakin jelas menuju pemerataan dan kemandirian daerah.
Namun, ia juga memberikan pesan tegas kepada para pemimpin di eksekutif maupun legislatif agar tidak melupakan amanah sejarah.
“Jangan sampai melupakan masyarakat, karena Banten dibentuk untuk kepentingan rakyat. Di pundak para pemimpin inilah masa depan Banten berada,” katanya mengingatkan.
Tryana optimistis, dengan potensi besar di sektor industri, pertanian, dan pariwisata, Banten memiliki peluang luas untuk menjadi daerah maju dan mandiri.
Ia mendorong agar semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus dijaga agar cita-cita awal pembentukan provinsi benar-benar terwujud.
“Kita harus terus menjaga semangat perjuangan itu, mengurus Banten dengan sebaik-baiknya agar kemakmuran bisa dirasakan seluruh warga,” pungkasnya.
Dua puluh lima tahun telah berlalu, tetapi pesan Tryana Sjam’un menjadi pengingat bahwa perjuangan sesungguhnya belum selesai.
Banten harus terus bergerak, berkolaborasi, dan bekerja dengan hati, agar semangat pendirinya tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga dalam kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyatnya. (Adv)