BerandaBerita3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Anggota DPR RI Rizki Aulia Kecam...

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Anggota DPR RI Rizki Aulia Kecam Serangan Israel

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. Ketiganya meninggal dunia akibat serangan artileri Israel saat menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Rizki menegaskan, keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk melindungi warga sipil dari dampak konflik bersenjata. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit Indonesia yang sedang mengemban tugas menjaga perdamaian di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Rizki usai menghadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu, 1 April 2026.

Baca Juga: Korban Bertambah, Dua Prajurit TNI Gugur Saat Jalankan Misi PBB di Lebanon

Legislator muda yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen tersebut mengutuk keras serangan artileri Israel yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu, 9 Maret 2026.

Menurut Rizki, penyerangan terhadap pasukan perdamaian tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional (HHI).

“Kita mengutuk keras terjadinya serangan ini. Penyerangan terhadap pasukan perdamaian tidak bisa dibenarkan. Ini merupakan pelanggaran berat terhadap Hukum Humaniter Internasional,” tegasnya.

Rizki Aulia Natakusumah
Rizki Aulia Natakusumah

Ia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas serta melakukan investigasi menyeluruh, terbuka, dan tuntas atas insiden tersebut.

“Dewan Keamanan PBB harus bertindak tegas. Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan, karena ini merupakan pelanggaran yang sangat serius. Indonesia juga perlu terus menyuarakan kebenaran di forum PBB,” ujarnya.

Baca Juga: Prajurit TNI Penjaga Perdamaian PBB Gugur di Lebanon, Kemlu RI Desak Investigasi

Rizki menambahkan, keberadaan pasukan TNI di Lebanon bukan untuk berperang, melainkan menjalankan misi perdamaian serta memastikan tidak ada kekerasan yang menimpa warga sipil di tengah konflik bersenjata.

“Pasukan kita berada di Lebanon bukan untuk menyerang siapa pun. Mereka hadir untuk menjaga perdamaian dan memastikan tidak ada korban sipil akibat eskalasi konflik,” katanya.

Ia menegaskan, Fraksi Partai Demokrat DPR RI turut merasakan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut. Rizki juga menyinggung bahwa Partai Demokrat memiliki kedekatan dengan misi perdamaian dunia.

“Fraksi Partai Demokrat sangat terpukul atas kejadian ini. Partai kami lahir dari sosok peacekeeper, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang pernah menjadi Kepala Pengamat Militer di Bosnia pada 1995,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah tokoh yang kini berada di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki pengalaman sebagai peacekeeper di Lebanon.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -