BerandaBerita1.000 Ayam Petelur Dibudidayakan di Desa Bojong Catang

1.000 Ayam Petelur Dibudidayakan di Desa Bojong Catang

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Sebanyak 1.000 ekor ayam petelur tengah dibudidayakan oleh Pemerintah Desa Bojong Catang, Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang. Program ini menjadi bagian dari ketahanan pangan di Desa.

Budidaya ayam petelur yang tengah kembangkan tersebut dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Catang Gemilang. Pengelolaan ini mengalokasikan anggaran dana desa sebesar 20 persen pada tahun 2025.

Pengurus BUMDes Penyedia Ketapang Ahmda Sutisna mengatakan, dipilihnya ayam petelur ini karena dinilai mudah dalam mengurusnya. Ammonianya pun tidak terlalu bau ke lingkungan masyarakat.

“Kita dari bumdes pilih ayam petelur ini mudah mengurusnya. Ayam petelur ini beda dengan ayam pedaging yang amonia bau dan menimbulkan lalat jika musim panen tiba,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Telur Ayam di Kabupaten Lebak Tembus Tiga Puluh Ribu Perkilogram

Ia juga mengaku, berencana akan menambah populasi ayam petelur ini di tahun berikutnya.

“Kami berharap budidaya ini bisa berkembang dan bisa merekrut tenaga kerja warga lokal,”ungkapnya

Sekretaris Desa Bojong Catang Ahmad Arifin mengatakan, program ketahanan pangan ini merupakan sesuai arahan dari Pemerintah Pusat. Bahwasanya desa haru mengalokasikan anggaran dari dana desa sebesar 20 persen.

“Sesuai arahan pada tahun 2025 ini kita alokasikan anggaran untuk program ketahanan pangan di desa,” ucapnya. pernyataan ini dibuat pada Kamis 4 Desember 2025.

Ia menjelaskan, tujuan bumdes terutama budidaya ayam petelur ini semoga dapat meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). Selain itu, juga menciptakan lapangan kerja untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta dapat menggerakkan ekonomi desa melalui sumber daya yang ada.

“Kami dari Pemdes Bojong Catang berharap budidaya yang tengah dilakukan ini semoga dapat berkembang. Selain itu, dapat menghasilkan PADes untuk desa serta dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat,” tuturnya.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -