BerandaBeritaTerbitkan Global Bond Perdana, Danantara Ungkap Investor AS Jadi Pemegang Dominan

Terbitkan Global Bond Perdana, Danantara Ungkap Investor AS Jadi Pemegang Dominan

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, perdana menerbitkan pemegang obligasi global (global bond) yang diumumkan di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.

Dari pengumuman tersebut, diketahui investor dari Amerika Serikat (AS) mendominasi sebagai pemegang obligasi global (global bond).

Berdasarkan hasil rangkaian roadshow ke berbagai pusat keuangan dunia, diketahui investor AS muncul sebagai peminat paling masif, sekaligus menggeser tren historis obligasi asal Indonesia yang biasanya lebih banyak diserap oleh pasar Asia.

Dominasi investor AS ini terlihat sangat mencolok, terutama pada instrumen jangka panjang yang ditawarkan oleh lembaga pengelola investasi kedaulatan tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa keterlibatan institusi keuangan AS memberikan sinyal kuat mengenai tingkat kepercayaan investor yang tinggi di pasar global terhadap stabilitas ekonomi nasional di masa depan.

Tim delegasi Danantara juga telah melakukan serangkaian kunjungan intensif ke berbagai negara pusat finansial sejak dimulai pada tanggal 3 Juni lalu.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Antusiasme Investor Tinggi Saat Debut IPO SpaceX

Upaya jemput bola ini telah menyisir wilayah Hong Kong, Singapura, Boston, London, hingga berakhir di New York untuk meyakinkan para pemegang modal jumbo mengenai profil risiko Indonesia yang tetap terjaga.

“Peminat terbesarnya terutama yang 10 tahun, di mana 52 persen yang subscribe dari bond kita adalah berasal dari Amerika Serikat,” ungkap Rosan Roeslani dalam keterangannya di Istana Negara Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Berdasarkan data distribusi pemodal menunjukkan pergeseran peta kekuatan investasi yang cukup signifikan dibandingkan penerbitan surat utang negara sebelumnya. Pada tenor 5 tahun, investor asal AS menyerap 38 persen, disusul oleh gabungan investor Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara itu, pada tenor 10 tahun, dominasi AS semakin tak terbendung dengan angka 52 persen, sehingga jauh mengungguli pasar Eropa dan Timur Tengah yang berada di posisi 31 persen, serta Asia yang hanya menyerap 17 persen.

Pencapaian ini juga dipandang luar biasa, mengingat kondisi pasar modal domestik dan nilai tukar rupiah sebenarnya sedang berada dalam tekanan saat penawaran dilakukan.

Kendati demikian, Danantara memilih untuk tetap melangkah guna menguji daya tarik aset strategis Indonesia sekaligus menyosialisasikan berbagai kebijakan ekonomi positif yang telah diimplementasikan oleh pemerintah.

Adapun strategi tersebut dapat menjaring minat sebanyak 122 investor institusional dari berbagai belahan dunia selama periode roadshow.

Meskipun target awal penghimpunan dana hanya dipatok sebesar USD1 miliar, namun total penawaran yang masuk melalui proses book building justru meluap hingga menyentuh angka USD4,6 miliar.

“Karena animo yang begitu tinggi, akhirnya kami melakukan upsize atau meningkatkan nilai emisi dari USD1 miliar menjadi USD1,5 miliar,” ujar Rosan.

Sementara itu, tingginya minat investor AS dan Eropa juga berdampak langsung pada penetapan bunga atau yield yang menjadi jauh lebih kompetitif bagi kas negara.

Seperti pada obligasi tenor 5 tahun yang mencapai senilai USD750 juta, tingkat bunga dikunci pada level 5,35 persen, sementara untuk tenor 10 tahun dengan nilai yang sama, dan bunganya ditetapkan di angka 5,95 persen.

Capaian imbal hasil ini juga berada jauh di bawah ekspektasi awal para investor yang sempat memperkirakan bunga akan bertengger di kisaran 6 hingga 7 persen.

Rendahnya yield yang diminta oleh para pemodal ini juga diartikan bahwa profil kredit Danantara dinilai sangat solid, sejalan dengan peringkat Investment Grade yang diberikan oleh lembaga Moody’s, S&P, dan Fitch.

“Kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia sangat baik, ini tercermin dari mereka bersedia membeli global bond Danantara dan bahkan menyatakan sangat terbuka apabila kita ingin menerbitkan sampai tenor 30 tahun,” kata Rosan.

Dengan kata lain, profil risiko Danantara yang setara dengan sovereign rating pemerintah Indonesia menjadi jaminan keamanan bagi para manajer investasi global dalam mengalokasikan dana mereka.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -