Tangerang, Bantentv.com – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PKB, Ahmad Imron, melakukan kunjungan kerja ke SMK dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten yang berlokasi di kawasan Perumahan Pesona Wibawa Praja, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kamis 30 April 2026.
Dalam kunjungannya, Ahmad Imron mengaku terkesan dengan fasilitas yang dimiliki SMK tersebut. Ia menilai, di tengah dominasi sekolah berbayar, kehadiran SMK gratis dengan kualitas yang baik menjadi terobosan penting bagi dunia pendidikan di Provinsi Banten.
Model pendidikan seperti ini dinilai mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam memperoleh pendidikan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi DPRD Provinsi Banten untuk tidak mendukung keberadaan SMK seperti Gyokai Indonesia Kompeten.
Ia bahkan menyebut bahwa SMK ini layak dijadikan contoh bagi pengembangan pendidikan vokasi di berbagai daerah. Apresiasi tersebut juga ditujukan kepada pendiri lembaga, Teguh, yang dinilai berhasil menghadirkan konsep SMK yang tidak hanya gratis, tetapi juga berkualitas.
“Kehadiran kami di sini dalam rangka mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang ada di SMK Gyokai Kompeten Indonesia. Kalau ada SMK berkualitas berbayar, itu biasa. Namun hari ini, ada SMK gratis dan berkualitas, itu luar biasa,” kata Ahmad Imron.
Baca Juga: DPRD Banten Setujui LKPJ 2025, Sampaikan 21 Catatan Strategis
Sementara itu, CEO Gyokai Indonesia, Teguh Imam Pambudi, menjelaskan bahwa kekuatan utama dari sistem pendidikan di SMK tersebut terletak pada komposisi kurikulum.
Ia menyebut, pembelajaran di SMK ini didominasi oleh praktik sebesar 70 persen, sementara teori hanya 30 persen. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyiapkan lulusan SMK yang siap terjun ke dunia kerja.
Selain itu, pihak SMK juga telah membangun kerja sama dengan dunia industri guna memastikan kesesuaian kompetensi siswa dengan kebutuhan pasar.
Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan uang saku selama masa pendidikan, yang menjadi nilai tambah tersendiri bagi keberlangsungan pendidikan mereka di SMK tersebut.