BerandaRagamMulai Tahun Depan, Ponsel Wajib Gunakan Baterai Lepas Pasang

Mulai Tahun Depan, Ponsel Wajib Gunakan Baterai Lepas Pasang

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Baru-baru ini, Uni Eropa tengah merencanakan bakal segera menerapkan aturan baru soal mewajibkan penggunaan ponsel dengan baterai lepas pasang mulai tahun 2027.

Meski bukan hal baru bagi publik, lantaran pada tahun 2000-an pernah merebak ponsel dengan baterai lepas pasang, dan pada perkembangannya ponsel berubah menggunakan baterai tanam dalam ponselnya, kini aturan tersebut kembali diberlakukan.

Langkah ini diambil menyusul regulasi yang ditetapkan pada 2023 lalu, sebagai bagian dari kebijakan Right to Repair untuk mengatasi masalah degradasi baterai sekaligus mengurangi limbah elektronik.

Selain itu, regulasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemudahan perbaikan perangkat seluler sebagai bagian dari upaya ramah konsumen.

Melansir Tech Radar pada Kamis 23 April 2026, meskipun aturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, namun mekanisme produksi massal global diprediksi akan membuat perangkat di pasar negara lain turut terdampak oleh perubahan desain ini.

Desain Baterai yang Mudahkan Pengguna

Meski ada rencana aturan baru ini diterapkan pada 2027 mendatang, tidak secara otomatis membuat ponsel akan kembali ke desain lawas dengan casing yang bisa dibuka langsung oleh konsumen.

Selain itu, ada kemungkinan juga untuk produsen tetap akan menggunakan sekrup atau pengait tertentu, regulasi ini secara spesifik merujuk pada baterai yang dapat diganti oleh konsumen sendiri tanpa memerlukan alat khusus, kecuali jika alat tersebut sudah disertakan secara gratis dalam kemasan produk bawaannya.

Sementara salah satu poin utamanya adalah pengguna harus bisa mengganti baterai sendiri tanpa alat khusus atau bantuan teknisi. Sehingga, ketika ketahanan baterai ponsel mulai berkurang, pengguna bisa dengan mudah membeli dan menggantinya dengan baterai baru.

Baca Juga: 5 HP Terbaru April 2026 dengan Baterai Jumbo dan Kamera Gahar

Saat ini, sejumlah produsen ponsel sudah mulai memungkinkan pengguna memperbaiki smartphone sendiri, misalnya Apple, Samsung dan HMD pemilik lisensi merek Nokia. Karena itu, mereka juga membuat ponselnya lebih mudah diperbaiki.

Ditargetkan, baterai lepas pasang ini bukan hanya menyasar ponsel dan tablet, melainkan kacamata pintar rencananya akan masuk dalam daftar perangkat yang terdampak. Bahkan, konsol terbaru seperti Nintendo Switch 2 juga dikabarkan tengah dikembangkan dengan mempertimbangkan kemudahan penggantian baterai ini.

Namun, aturan ini tidak berarti ponsel akan kembali ke desain lama dengan baterai yang bisa dilepas langsung. Kriteria baru yang dimaksud lebih mengarah pada kemudahan perbaikan, bukan mekanisme bongkar pasang instan seperti ponsel generasi lama.

Tidak Semua Merek Ponsel Diberlakukan

Mengutip dari berbagai laporan, terdapat pengecualian dalam aturan baru ini. Salah satunya bagi perangkat yang baterainya mampu mempertahankan kapasitas 80 persen setelah menempuh 1.000 siklus pengisian daya, bisa tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Adapun merek perangkat yang berpotensi tidak memberlakukan regulasi tersebut salah satunya Apple. Pasalnya, merujuk dokumen dukungan resmi perusahaan, jajaran iPhone 15 yang diluncurkan sejak 2023 sudah memenuhi standar ketahanan baterai tersebut.

Calon CEO Apple, John Ternus, sebelumnya pernah menyatakan, bahwa ia mendukung hak untuk memperbaiki secara umum.

Akan tetapi, daya tahan produk secara keseluruhan merupakan prioritas yang lebih besar dibandingkan sekadar kemudahan perbaikan secara terpisah.

Meski aturan ini hanya berlaku di Uni Eropa, dampaknya diperkirakan akan meluas secara global. Hal ini karena produsen biasanya tidak membuat desain berbeda untuk setiap pasar dalam skala besar.

Sambutan Positif Konsumen

Aturan terbaru Uni Eropa ini mendapat sambutan positif dari sejumlah konsumen. Dalam diskusi komunitas, aturan tersebut disebut sebagai perubahan ramah konsumen yang hebat dan menjadi langkah yang baik dari Uni Eropa.

Banyak pengguna juga menyoroti bahwa baterai merupakan komponen yang paling cepat mengalami penurunan performa dalam sebuah ponsel, sehingga kemudahan penggantian dinilai akan memperpanjang umur perangkat secara signifikan.

Undang-undang yang telah dirancang selama beberapa tahun ini dijadwalkan berlaku efektif pada Februari 2027. Artinya, perangkat seperti Samsung Galaxy S27 bisa menjadi salah satu yang tipe dan mereknya harus mematuhi aturan tersebut di pasar Eropa.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -