BerandaPerbedaan Baduy Dalam dan Baduy Luar, Dari Aturan Adat hingga Cara Berpakaian

Perbedaan Baduy Dalam dan Baduy Luar, Dari Aturan Adat hingga Cara Berpakaian

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Suku Baduy merupakan salah satu masyarakat adat yang berada di wilayah Provinsi Banten, tepatnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Hingga kini, Suku Baduy dikenal tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal secara turun-temurun.

Sebutan Baduy awalnya diberikan oleh peneliti Belanda yang berasal dari pelesetan kata Badawi dalam Bahasa Arab, yang berarti berpindah-pindah atau nomaden. Nama tersebut kemudian dikenal luas dan digunakan hingga saat ini.

Baduy Dalam dan Baduy Luar

Secara umum, Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari penerapan tradisi serta aturan adat yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mau ke Baduy? Simak Harga Tiket dan Jam Kunjungan Terbaiknya

Masyarakat Baduy Luar dinilai lebih terbuka terhadap pengaruh luar. Dalam kehidupan sehari-hari, Ketua Adat yang dikenal dengan sebutan Jaro memperkenankan warganya menggunakan barang elektronik maupun produk buatan pabrik. Mereka juga lebih terbuka menerima tamu, termasuk wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara, untuk berkunjung dan menginap di rumah mereka.

Sementara itu, masyarakat Baduy Dalam cenderung lebih tertutup dan tidak menerima pengaruh budaya modern. Mereka memegang teguh konsep pikukuh, yaitu aturan adat yang menekankan kehidupan sederhana tanpa perubahan. Aturan tersebut diterapkan secara ketat dalam keseharian, sehingga terdapat berbagai pantangan yang masih dijaga hingga saat ini.

Baca Juga: Tradisi Seba, Warga Baduy Jalan Kaki 50 Kilometer

Struktur Adat dan Tradisi Seba

Baduy Dalam terdiri dari tiga kampung utama yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan adat dipegang oleh Pu’un sebagai pemimpin tertinggi yang dibantu oleh Jaro.

Sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah, masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan tradisi Seba, yakni menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah daerah, termasuk kepada Gubernur Banten. Tradisi ini menjadi simbol ketaatan masyarakat Baduy terhadap aturan adat sekaligus bentuk hubungan harmonis dengan pemerintah.

Baca Juga: Mengenal Suku Baduy, Masyarakat Adat Penjaga Tradisi di Tanah Banten

Ciri Khas Pakaian dan Persebaran Wilayah

Perbedaan lainnya juga terlihat dari cara berpakaian. Masyarakat Baduy Dalam identik dengan pakaian berwarna putih yang melambangkan kesucian serta keteguhan dalam menjaga tradisi. Sementara masyarakat Baduy Luar mengenakan pakaian berwarna hitam atau biru tua yang menandakan keterbukaan terhadap perkembangan zaman.

Dari segi jumlah penduduk, masyarakat Baduy Luar memiliki populasi yang lebih besar dan tersebar di puluhan kampung di wilayah utara Kanekes, seperti Kaduketug, Cikaju, Gajeboh, Kadukolot, dan Cisagu. Sedangkan masyarakat Baduy Dalam memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dan tinggal di kawasan pedalaman hutan, tepatnya di Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Keberadaan Suku Baduy menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang masih terjaga hingga kini, sekaligus menjadi simbol kehidupan sederhana yang selaras dengan alam.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -