BerandaBeritaPuluhan Tahun Terabaikan, Warga Sarkawana Adukan Jalan Rusak ke DPRD Pandeglang

Puluhan Tahun Terabaikan, Warga Sarkawana Adukan Jalan Rusak ke DPRD Pandeglang

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Jeritan hati masyarakat Kampung Sarkawana, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, terkait kondisi infrastruktur yang memprihatinkan akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah lama menanti kepastian dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang belum terealisasi, warga kini menaruh harapan kepada lembaga legislatif agar persoalan jalan rusak segera mendapatkan penanganan.

Keluhan mengenai jalan rusak tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Ketua II DPRD Pandeglang, M. Dadi Rajadi, saat menggelar agenda reses di kampung tersebut pada Rabu, 15 April 2026.

Baca Juga: Wakil Bupati Lebak Tinjau Jalan Rusak dan Kantor Kecamatan Lebakgedong

Kesempatan itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kekecewaan atas kondisi jalan rusak yang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan dari pemerintah daerah.

Masyarakat setempat mengungkapkan bahwa mereka tidak tinggal diam menghadapi kondisi jalan rusak tersebut. Warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya melalui kegiatan gotong royong agar akses transportasi tetap dapat digunakan.

Namun, upaya tersebut tidak dapat berlanjut karena keterbatasan biaya, sehingga kondisi jalan rusak kembali menjadi kendala utama bagi aktivitas sehari-hari.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dadi Rajadi saat melakukan reses (Foto: Bantentv.com/ Rangga)
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dadi Rajadi saat melakukan reses (Foto: Bantentv.com/ Rangga)

Menanggapi aspirasi tersebut, M. Dadi Rajadi menegaskan komitmennya untuk mengawal keluhan masyarakat Sarkawana.

Ia menyatakan bahwa pelayanan publik harus diberikan secara adil tanpa memandang latar belakang wilayah, meskipun daerah tersebut bukan merupakan basis dukungan politiknya pada pemilihan sebelumnya.

Dadi berjanji akan memasukkan usulan perbaikan jalan rusak tersebut ke dalam program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Pandeglang agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.

“Keluhan masyarakat terkait jalan rusak ini kami terima dengan serius. Kami akan perjuangkan melalui aspirasi atau Pokir DPRD, yang diproyeksikan akan direalisasikan pada tahun 2027 mendatang,” tegas Dadi Rabu 15/4/26.

Selain persoalan jalan rusak, warga juga menyampaikan kebutuhan mendasar lainnya, yaitu pengadaan kain kafan untuk keperluan pemakaman warga yang meninggal dunia.

Permintaan tersebut mencerminkan kepedulian sosial masyarakat serta kebutuhan akan dukungan pemerintah dalam situasi duka.

Menanggapi hal itu, Dadi memberikan respons positif dengan menyatakan kesiapannya membantu penyediaan perlengkapan pemakaman sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Untuk urusan kain kafan dan perlengkapan pemakaman, saya sudah instruksikan warga untuk langsung menemui staf saya jika ada yang meninggal dunia. Kami akan sediakan satu set lengkap untuk keperluan pemakaman sebagai bentuk kepedulian sosial,” pungkasnya.

Kini, warga Cilaja hanya bisa berharap janji yang tertuang dalam Pokir tersebut benar-benar terwujud, agar “merdeka” dari jalan rusak bukan lagi sekadar impian bagi mereka.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -