Bantentv.com – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlanjut hingga saat ini. Ketegangan semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan kompleks pertahanan Iran.
Menyusul peristiwa tersebut, pemerintah Iran langsung menginstruksikan penutupan Selat Hormuz. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman itu merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai bentuk balasan atas serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Langkah ini diperkirakan mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak global dan meningkatkan ketegangan di sektor energi dunia.
Memasuki pekan kedua Maret 2026, harga minyak dunia pun melonjak tajam. Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent tercatat mencapai US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$113,25 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk
Lonjakan harga tersebut memperpanjang tren kenaikan yang terjadi sejak akhir Februari. Sebelumnya, harga Brent berada di level US$70,85 per barel pada 25 Februari, kemudian naik menjadi US$72,48 pada 27 Februari.
Harga kembali meningkat menjadi US$77,74 pada 2 Maret dan US$81,4 pada 3 hingga 4 Maret. Tren kenaikan berlanjut dengan harga menyentuh US$85,41 pada 5 Maret dan melonjak ke US$92,69 pada 6 Maret, hingga akhirnya menembus US$113,68 per barel.
Pergerakan serupa juga terjadi pada minyak mentah jenis WTI yang naik dari US$65,42 per barel pada 25 Februari menjadi US$113,25 per barel pada perdagangan terbaru.
Menanggapi lonjakan harga minyak dunia tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan.
“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Bahlil juga memastikan pasokan BBM tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Pasokan tidak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idulfitri semuanya terjamin,” katanya.
Lonjakan harga energi global terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent bahkan dilaporkan sempat mencapai 118 dolar Amerika Serikat per barel, tertinggi sejak 17 Juni 2022.
Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar pada 28 Februari 2026 yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran.
Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta beberapa kota di Israel.
Pada Minggu, 8 Maret 2026, Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan wilayah sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada sejumlah fasilitas penyimpanan minyak, termasuk Depo Minyak Shahran.
Editor : Erina Faiha