BerandaBeritaHarga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Sentuh Level Tertinggi Sejak 2022

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Sentuh Level Tertinggi Sejak 2022

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran membuat sejumlah produsen minyak utama di kawasan tersebut mulai menurunkan produksi. Kondisi ini kemudian berdampak pada pasar energi dan mendorong harga minyak dunia naik tajam dalam waktu singkat.

Dikutip dari Reuters, kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi melalui jalur strategis Selat Hormuz turut memperkuat lonjakan harga tersebut.

Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia sehingga gangguan sekecil apa pun dapat memengaruhi pasar global.

Dilansir dari media nasional. pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 08.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 melonjak 18,35 dollar AS atau sekitar 19,8 persen menjadi 111,04 dollar AS per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 juga mengalami kenaikan signifikan. Harga WTI tercatat naik 16,50 dollar AS atau 18,2 persen menjadi 107,40 dollar AS per barel.

Pada awal sesi perdagangan, harga WTI bahkan sempat melompat lebih tinggi. Minyak jenis ini tercatat naik hingga 20,34 dollar AS atau sekitar 22,4 persen ke posisi 111,24 dollar AS per barel sebelum kemudian sedikit terkoreksi.

Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan harga yang telah terjadi sejak pekan sebelumnya. Secara keseluruhan, harga Brent tercatat meningkat sekitar 27 persen, sedangkan WTI melonjak hingga 35,6 persen.

Lonjakan ini menunjukkan tekanan kuat pada pasar energi global, sekaligus menandai periode kenaikan tajam harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan terhadap harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh berkurangnya produksi dari sejumlah negara produsen. Irak dan Kuwait dilaporkan mulai menurunkan produksi minyak mereka.

Situasi ini semakin diperburuk oleh berkurangnya pasokan gas alam cair dari Qatar. Konflik yang terjadi di kawasan tersebut menghambat proses distribusi energi sehingga pasokan global menjadi lebih terbatas.

Para analis menilai langkah pengurangan produksi kemungkinan juga akan diikuti oleh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kedua negara tersebut diperkirakan harus menyesuaikan produksi karena kapasitas penyimpanan minyak yang semakin terbatas.

Bahkan jika konflik berakhir dalam waktu dekat, pasar energi masih harus menghadapi sejumlah tantangan seperti kerusakan fasilitas produksi, gangguan distribusi, hingga meningkatnya risiko pengiriman minyak.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -