BerandaBeritaOJK Jabodebek Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren

OJK Jabodebek Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Pesantren

Saluran WhatsApp

Jakarta, Bantentv.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (OJK Jabodebek) terus memperkuat literasi serta inklusi keuangan syariah dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Keuangan Syariah bertema “Keuangan Syariah, Jalan Kebaikan Menuju Keberkahan” yang digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Kegiatan yang digagas oleh OJK ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh 178 peserta. Para peserta terdiri dari masyarakat umum, santri, pelajar, mahasiswa, hingga sivitas akademika Pondok Pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Minhaajurrosyidiin.

Melalui kegiatan ini, OJK berupaya memperkuat pemahaman mengenai sistem keuangan syariah yang tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mengedepankan nilai keberkahan, keberlanjutan, dan kemaslahatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Jabodebek, Nuning Isnainijati.

Turut hadir pula Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin KH Chairul Baihaqi serta Ketua STAI Minhaajurrosyidiin Tri Gunawan.

Baca Juga: OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Terbukti Manipulasi Pasar

Dalam sambutannya, Nuning Isnainijati menjelaskan bahwa program edukasi yang diselenggarakan OJK ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.

“Edukasi ini merupakan keberlanjutan Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang telah diselenggarakan tahun lalu. Melalui sinergi yang berkelanjutan, kami berkomitmen mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di ekosistem pesantren,” ujar Nuning.

Sementara itu, Ketua STAI Minhaajurrosyidiin Tri Gunawan menilai kerja sama lintas pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat pemahaman keuangan syariah, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi santri dan mahasiswa, agar pemahaman keuangan syariah tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tri.

Dalam kegiatan yang difasilitasi oleh OJK tersebut, peserta juga mendapatkan materi edukasi dari sejumlah lembaga jasa keuangan. Materi disampaikan oleh perwakilan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, serta PT Pegadaian. Pembahasan meliputi pengenalan produk dan akad pada layanan perbankan serta pergadaian syariah.

Selain itu, OJK juga memberikan pemahaman mengenai investasi bagi Generasi Z agar mampu berinvestasi secara bijak, legal, dan sesuai dengan prinsip syariah. Edukasi ini diharapkan dapat membantu generasi muda memahami pilihan produk keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang diselenggarakan oleh OJK Jabodebek.

Dalam rangkaian program ini, OJK menggelar berbagai kegiatan lain seperti edukasi keuangan syariah, Digitalisasi Pasar Inklusif 3.0, FKIJK DKI Jakarta berbagi takjil, Bazar Ramadhan Balai Kota, serta penguatan literasi melalui konten digital keuangan syariah KURMA (Kuis Unggul Raih Mandiri Finansial yang Tepat, Aman, dan Rasional).

Melalui rangkaian kegiatan GERAK Syariah tersebut, OJK Jabodebek berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Provinsi DKI Jakarta. OJK juga mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah secara berkelanjutan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -