Pandeglang, Bantentv.com — Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan perjuangan puluhan siswa SD dan SMP di Kampung Cegog, Kabupaten Pandeglang, Banten. Setiap hari mereka harus berenang dan menyeberangi sungai berarus deras demi bisa berangkat ke sekolah.
Akses yang minim membuat mereka tidak memiliki pilihan lain. Tanpa jembatan penghubung, para pelajar itu tetap bersemangat menuntut ilmu meski risiko keselamatan mengintai setiap saat.
Dalam rekaman video, terlihat anak-anak berseragam sekolah berpegangan pada seutas tali untuk menyeberangi sungai satu per satu.
Seorang warga setempat, Firdaus, mengatakan bahwa jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat hanyut diterjang banjir besar pada awal Oktober 2024.
“Pemkab Pandeglang pernah janji mau bangun lagi, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Padahal jembatan itu sangat dibutuhkan, terutama oleh anak-anak sekolah,” ujarnya Jumat, 24 Oktober 2025, dikutip dari radarbanten.co.id.
Warga mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan kembali jembatan tersebut. Namun hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.
Sebelumnya, di lokasi tersebut terdapat jembatan gantung yang sedang dalam proses perbaikan untuk dijadikan lebih permanen.
Namun sambil menunggu pembangunan rampung, masyarakat hanya mengandalkan jembatan kayu sementara, yang pada akhirnya juga tidak lagi dapat digunakan.