BerandaReligiRamadan 2026 Diperkirakan 29 Hari, Awal Puasa Masih Tunggu Penetapan

Ramadan 2026 Diperkirakan 29 Hari, Awal Puasa Masih Tunggu Penetapan

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Menjelang pertengahan Februari 2026, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai bersiap menyambut bulan suci Ramadan. Sejumlah perhitungan astronomi memperkirakan Ramadhan 1447 Hijriah akan berlangsung selama 29 hari, meski kepastian awal puasa dan Idulfitri tetap menunggu penetapan resmi masing-masing otoritas.

Dengan semakin banyak negara yang mengumumkan awal puasa pada pertengahan Februari 2026, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai bersiap menyambut Ramadan, baik secara spiritual maupun sosial.

Meski terdapat perbedaan penetapan awal puasa di beberapa wilayah, esensi Ramadan tetap sama, yakni meningkatkan ibadah, memperkuat refleksi diri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Versi Muhammadiyah: Awal Ramadan 18 Februari 2026

Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid berdasarkan metode hisab hakiki dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Pada saat matahari terbenam hari itu, kriteria visibilitas hilal PKG 1 belum terpenuhi. Namun, setelah melewati pukul 24.00 UTC, kriteria PKG 2 dinyatakan terpenuhi di wilayah daratan Amerika, dengan tinggi bulan mencapai lebih dari 5 derajat dan elongasi sekitar 8 derajat.

Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026.

Versi Pemerintah: Diperkirakan 19 Februari 2026

Pemerintah Indonesia melalui kalender resmi Kementerian Agama memperkirakan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perkiraan ini mengacu pada kriteria MABIMS yang digunakan bersama oleh Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H tetap menunggu hasil sidang isbat, yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026.

Sidang isbat dilakukan dengan mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Versi NU: Menunggu Hasil Rukyatul Hilal

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengumumkan penetapan awal Ramadan 2026.

NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni perpaduan antara perhitungan astronomi dan pengamatan hilal secara langsung.

Sejalan dengan pemerintah, NU akan melakukan rukyatul hilal pada 29 Syakban 1447 H sebagai dasar penentuan awal puasa Ramadan.

Perbedaan metode penetapan awal bulan hijriah ini menjadi hal yang lazim di Indonesia dan dunia Islam.

Meski terdapat potensi perbedaan hari memulai puasa, semangat Ramadan tetap menyatukan umat dalam ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

TERKAIT
- Advertisment -