BerandaReligiKomitmen Layanan Inklusif, Penyandang Disabilitas Jadi Petugas Haji

Komitmen Layanan Inklusif, Penyandang Disabilitas Jadi Petugas Haji

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Salah satu sorotan penting Penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M tahun ini adalah komitmen layanan inklusif, di mana Kementerian Agama melibatkan penyandang disabilitas sebagai petugas haji.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan jemaah berkebutuhan khusus.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Selasa, 13 Mei 2025 pukul 06.00 waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 81.632 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah.

Jemaah haji Indonesia tersebut terbagi dalam 210 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, 17.684 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia).

Baca juga: Bus Shalawat Jemaah Haji: Layanan 24 Jam yang Ramah Lansia dan Disabilitas

Setelah menetap selama 8–9 hari di Madinah, secara bertahap jemaah Gelombang I mulai diberangkatkan ke Makkah sejak 10 Mei 2025.

Hingga waktu yang sama, sebanyak 13.655 jemaah dalam 35 kloter telah tiba di Makkah.

Sementara itu, pada hari ini dijadwalkan 7.181 jemaah diberangkatkan dari Indonesia ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Disabilitas Jadi Bagian Aktif Penyelenggara Haji

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M. Hanafi, saat bertemu petugas haji di Makkah, Minggu 11Mei 2025. (Foto: Dok. Kemenag)
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M. Hanafi, saat bertemu petugas haji di Makkah, Minggu 11Mei 2025. (Foto: Dok. Kemenag)

Di tengah pelaksanaan teknis haji yang padat, Kementerian Agama RI menunjukkan komitmen kuat pada layanan inklusif.

Untuk pertama kalinya, penyandang disabilitas resmi dilibatkan sebagai petugas haji.

Dua komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Rigmalia dan Deka Kurniawan, ditugaskan secara khusus untuk mendampingi jemaah lansia dan disabilitas.

Saat bertemu Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, pada Minggu 11 Mei 2025, Dante menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kemenag.

“Terima kasih telah memberikan kesempatan bagi kami penyandang disabilitas untuk menjadi petugas haji dan ikut menyukseskan penyelenggaraan haji,” ujar Dante, yang juga merupakan penyandang disabilitas.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji agar lebih ramah terhadap kelompok rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas.

Kehadiran KND dalam struktur PPIH juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas mengenai pendekatan inklusif.

Pelayanan Inklusif Sebagai Wujud Keberkahan

Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa memberikan layanan terbaik bagi jemaah lansia dan disabilitas adalah bentuk keberkahan dalam penyelenggaraan haji.

“Mereka adalah dhuafa dalam arti memiliki keterbatasan dan memerlukan dukungan dari sekitarnya,” kata Muchlis.

Dante dan Deka tak hanya bertugas sebagai pendamping, tetapi juga memberikan edukasi kepada petugas lain tentang pentingnya pelayanan ramah bagi lansia dan disabilitas.

Harapannya, layanan inklusif dapat menjadi standar baru dalam penyelenggaraan haji Indonesia di masa depan.

“Kami berharap kehadiran rekan-rekan KND dapat memperkuat inklusivitas layanan haji Indonesia,” tutup Muchlis.

TERKAIT
- Advertisment -