Bantentv.com – Tahukah kamu, jika kapas berasal dari tumbuhan? Lebih tepatnya, terbuat dari serat alami tumbuhan kapas yang bernama latin Gossypium.
Gossypium atau Tanaman ini sendiri adalah genus tanaman berbunga dalam tribus Gossypieae, famili Malvaceae. Genus ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Dunia Lama dan Baru.
Keberadaannya, ada sekitar 50 spesies Gossypium yang menjadikannya genus terbesar dalam tribus Gossypieae, dan spesies barunya banyak yang ditemukan.
Uniknya, kapas kemudian diperingati setiap tanggal 7 Oktober sebagai Hari Kapas Sedunia. Kapas ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dariGossypium ini, juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusinya dalam membuka lapangan kerja dan menopang perekonomian negara-negara penghasilnya.
Baca Juga: 6 Oktober Diperingati Sebagai Hari Apa? Ini Deretan Momen Unik dan Bersejarah
Peringatan ini diresmikan melalui Keputusan Majelis Umum PBB pada 30 Agustus 2021, atas usulan lima negara di Afrika yang bergantung pada hasil kapas. Di antaranya: Benin, Burkina Faso, Chad, Pantai Gading, dan Mali.
Dalam resolusi PBB A/RES/75/318, kapas diakui bukan sekadar bahan tekstil, melainkan sumber kehidupan bagi jutaan orang serta bagian penting dari perdagangan berkelanjutan di dunia.
Proses Kapas Sebagai Sumber Kehidupan

Serat kapas tumbuh pada lapisan luar biji tanaman kapas dan sebagian besar terdiri dari selulosa. Setelah dipanen dan dipisahkan dari bijinya melalui proses ginning, serat kapas lalu dibersihkan, disisir, dan kemudian dipintal menjadi benang untuk ditenun kembali menjadi kain.
Adapun Proses Terjadinya Kapas, diantaranya:
- Bunga dan Buah: Dimulai dari bunga yang berkembang menjadi polong biji.
- Merekah: Polong biji mengering dan terbuka, memperlihatkan serat kapas yang lembut di sekeliling bijinya.
- Pemanenan: Kapas ditarik keluar dari bunganya dan dipisahkan dari bijinya dalam proses yang disebut ginning.
- Pengolahan: Serat kapas kemudian dibersihkan, disisir agar sejajar, dan dipintal menjadi benang.
- Produksi Tekstil: Benang kapas ini ditenun atau dirajut menjadi kain yang digunakan dalam berbagai produk seperti pakaian dan tekstil.
Komposisi Kapas
- Selulosa: Komponen utama kapas, sekitar 87-90%.
- Air: Mengandung sekitar 5-8% air.
- Pengotor: Terdapat sekitar 4-6% pengotor alami.
Kapas juga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan kain, pakaian, handuk, selimut, dan sprei. Selain itu, menjadi pembatas buku, saringan kopi, tenda, dan jaring ikan.
Selain Hari Kapas Sedunia, ternyata tanggal 7 Oktober juga ada beberapa peringatan yang menjadi agenda tahunan untuk diperingati, seperti berikut ini.
Hari Komunikasi Damai Internasional
Diperingati sebagai Hari Komunikasi Damai Internasional, Hari tersebut merupakan gagasan dari Ruben M. Wes yang mengajak manusia untuk berkomunikasi tanpa agresi.
Tujuannya adalah membangun hubungan harmonis antara individu, keluarga, komunitas, hingga pemerintah melalui dialog damai. Konsep komunikasi damai ini menekankan pentingnya perasaan, kebutuhan, pengamatan, dan permintaan.
Selain itu, komunikasi yang damai juga sebagai kunci meredakan konflik dan menciptakan transformasi sosial yang berkeadilan.
Hari Lampu LED Nasional
Hari Lampu LED Nasional juga diperingati di tanggal 7 Oktober sebagai simbol inovasi yang membawa dunia pada efisiensi energi dan pencahayaan ramah lingkungan.
Sejarah LED ini dimulai pada akhir 1950-an dengan cahaya merah sederhana, sebelum akhirnya berkembang ke berbagai warna.
Terobosan terbesar ini dihasilkan berkat ilmuwan Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura dari Jepang yang menemukan teknologi LED biru dan memungkinkan terciptanya LED putih.
Baca Juga: Mengenal Cerebral Palsy, Sejarah, Jenis, dan Makna di Hari Peringatan Dunia
Kini, LED bukan hanya sebagai penerang ruang, tapi juga bagian dari gaya hidup hemat energi yang berdampak positif bagi kelangsungan lingkungan dan ekonomi global.
Pesta Santa Maria Ratu Rosario
Dalam tradisi Katolik, 7 Oktober menjadi momen suci Pesta Santa Maria Ratu Rosario. Pasalnya, tanggal ini ditetapkan oleh Paus Pius V sebagai bentuk syukur atas kemenangan pasukan Kristen melawan pasukan Turki dalam Pertempuran Lepanto tahun 1571.
Sejak saat itu, doa Rosario menjadi simbol kekuatan spiritual umat. Pesta ini kemudian dikukuhkan oleh Paus Klemens IX untuk seluruh Gereja, dan Paus Leo XIII langsung menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario, dan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.
Bukan hanya sekadar tanggal, 7 Oktober menjadi momen penting dan bersejarah serta menambah pengetahuan kita dalam berbagai hal.