BerandaRagamRitual Ngembang: Ini Makna Mendalam di Baliknya!

Ritual Ngembang: Ini Makna Mendalam di Baliknya!

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, ribuan warga Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, menggelar ritual adat tahunan yang dikenal sebagai Ngembang.

Tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur yang terus dijaga hingga kini, terutama oleh masyarakat adat di wilayah Lebak bagian selatan.

Ritual diawali dengan ziarah ke makam keramat Kibuyut, leluhur yang diyakini sebagai pendiri desa. Warga membawa sesaji berupa hasil panen seperti buah-buahan, padi, dan hasil bumi lainnya.

Mereka juga melakukan tabur bunga di makam tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk keberkahan.

“Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang tidak boleh ditinggalkan. Kita menghormati para pendiri desa sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang kita terima,” ujar Ustaz Sakman, salah satu tokoh masyarakat Desa Ciuyah.

Baca juga: Ribuan Warga Baduy Tiba di Kota Serang, Temui Gubernur Banten

Ketua adat masyarakat, Hasan Pasundan, menegaskan bahwa ritual Ngembang telah menjadi agenda tahunan masyarakat adat.

“Ngembang ini adalah ritual adat yang terus dilaksanakan setiap tahun, khususnya oleh masyarakat adat di Kecamatan Sajira. Ini adalah identitas budaya kita,” katanya.

Heni, seorang warga Desa Ciuyah, turut mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya. “Alhamdulillah, kegiatan ini membawa keberkahan. Kami bisa bersyukur bersama atas hasil panen yang luar biasa tahun ini,” ucapnya.

Setelah prosesi doa dan penghormatan selesai, warga bersama-sama menikmati hasil bumi yang telah dikumpulkan.

Tradisi ini bukan hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Editor: AF Setiawan

TERKAIT
- Advertisment -