Bantentv.com – Di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan ada mahasiswa baru di Fakultas Agama Islam (FAI). Yang jadi perbincangan, pria yang bernama Mulyoto, kelahiran Sragen, Provinsi Jawa Tengah ini, menjadi mahasiswa baru di Unismuh Makassar pada usia 61 tahun. Ia tercatat sebagai mahasiswa baru S1 program Studi Pendidikan Agama Islam. Umumnya, jika orang berumur 61 tahunmendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa S3. Namun tak disangka, Mulyoto ternyata calon mahasiswa S1.
Keinginan untuk kuliah sudah sangat diimpikan bagi Mulyoto, namun setelah menikah, sebagai seorang ayah, Mulyoto ingin mendahulukan pendidikan anak-anaknya. Ia pun tidak ingin anak-anaknya menjadi kurang perhatian karena fokusnya tersita untuk kuliah. Pilihan tersebut akhirnya berbuah manis, ketiga anaknya tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi.
Kemudian setelah memastikan anak-anaknya menerima pendidikan dengan baik, barulah ia mewujudkan keinginannya yang sempat tertunda. Di usia yang tak lagi muda, Mulyoto tetap memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar. Bukan hanya untuk mendapatkan gelar pendidikan S1, namun ia memang benar-benar ingin menutut ilmu yang diberikan.
Ia membawa semangat yang luar biasa bagi para maba lain di Unismuh Makassar dan tidak ada kata terlambat bagi Mulyoto untuk mengenyam pendidikan. Kisah perjalanan hidupnya adalah sebuah kisah inspiratif bagi kaum muda.
Kepala Humas Unismuh Makassar mengatakan, kisah Mulyoto adalah contoh yang menginspirasi tentang menuntut ilmu yang tidak ada batas usia “tidak ada kata terlambat untuk belajar.” Dia menganggap kisah Mulyoto jadi mahasiswa baru di usia senja ini menjadi inspirasi bagi orang banyak. Mulyoto membawa energi positif dan semangat yang luar biasa bagi para anak muda di Unismuh.
Dikutip dari IDN Times Sulsel, Mulyoto menerangkan dia merupakan seorang pensiunan Polri. Dia punya tiga anak, masing-masing sedang kuliah S1 dan S2, serta satu lagi lulusan Akademi Kepolisian. Selain itu, sebagai mantan anggota kepolisian, dia telah mendidik anak-anaknya agar mereka bisa berguna bagi bangsa dan negara.
Setelah pensiun sebagai anggota Polri, Muyoto aktif sebagai penceramah. Dia sering melakukan khotbah Jumat di sejumlah masjid dan kerap diundang membawakan tausiah serta mengisi pengajian.
Di Unismuh, Mulyoto mengatakan bahwa ia diterima dengan baik, baik itu sesama angkatan, senior, hingga dosen.(red)