Senin, April 22, 2024
BerandaInHouseFeatureTepi Sawah Coffee and Food, Tempat Nongkrong Nuansa Alam dengan Kearifan Lokal

Tepi Sawah Coffee and Food, Tempat Nongkrong Nuansa Alam dengan Kearifan Lokal

Serang, Bantentv.com – Tepi Sawah Coffee and Food menjadi salah satu destinasi kafe yang ramai dikunjungi akhir-akhir ini. Sesuai namanya, tempat ini mengusung konsep alam berupa area persawahan. Konsep unik ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin mencicipi indahnya area sawah sambil menikmati aneka makanan dan minuman.

Walau bernuansa alam, Tepi Sawah Coffee and Food tetap menyajikan desain tempat yang kekinian. Tak heran jika pengunjungnya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda sampai orangtua.

Beralamat di Kelurahan Sayar, Taktakan, Kota Serang, kafe ini menyuguhkan aneka menu makanan lokal seperti olahan bebek, ayam, belut, pempek, aneka makanan ringan, dan berbagai jenis minuman kopi sampai jus. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 35.000. Tidak hanya menu yang sangat melokal, Tepi Sawah Coffee and Food juga hadirkan kearifan budaya lokal lainnya dalam bentuk kegiatan.

Festival lampion dan lomba layangan menjadi salah satu kegiatan unggulan yang digelar Tepi Sawah Cofee and Food. Kegiatan ini digelar setiap musim panen padi tiba. Dalam satu tahun, kafe ini bisa menggelar festival hingga tiga kali setiap usai panen padi.

Seperti beberapa waktu lalu tepatnya Sabtu pagi 1 Oktober 2022, lomba layangan digelar dengan jumlah partisipan lebih dari 100 peserta. Peserta berasal dari warga kampung sekitar, serta beberapa komunitas layangan dari berbagai daerah seperti Tangerang dan Bekasi. Peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja setiap peserta membawa sendiri layangan yang telah dikreasikan sesuai kreatifitas masing-masing. Perlombaan layangan ini sudah berjalan dua tahun sejak 2020.

Hari berikutnya, pada Minggu malam 02 Oktober 2022 turut diselenggarakan festival lampion dengan peserta 180 orang. Mulanya, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 350 orang. Akan tetapi, karena tempat yang terbatas akhirnya hanya mampu menampung 180 peserta saja. Peserta didominasi dari Serang, Cilegon, Tangerang dan Lebak serta ada juga yang berasal dari luar Banten seperti Bogor. Untuk festival lampion dikenakan biaya registrasi sebesar Rp 30.000. Biaya pendaftaran ini akan dikembalikan kepada peserta dalam bentuk lampion dan air mineral.

Owner Tepi Sawah Coffee and Food sekaligus penyelenggara festival, Away mengaku dirinya terinspirasi dari beberapa daerah di Indonesia yang mengadakan festival lampion dan kebiasaan warga yang bermain layangan setiap musim panen tiba.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR