BerandaInHouseFeature4 Tokoh Pers Legendaris Indonesia

4 Tokoh Pers Legendaris Indonesia

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Peringatan Hari Pers Nasional pertama kali digelar tahun 1985 yang bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Hadirnya pers sangatlah penting dan berpengaruh dalam perkembangan zaman. Banyak perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia melalui pers. Di Indonesia sendiri, kehadiran pers berpengaruh besar dalam mencetak sejarah kemerdekaan bangsa. Banyak gagasan-gagasan luar biasa para tokoh perjuangan yang dituangkan melalui pers.

Secara tidak langsung, semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia saat itu salah satunya berasal dari tulisan-tulisan pembangkit semangat yang tersebar di media-media cetak. Merdekanya Indonesia juga dipengaruhi peran pers di dalamnya. Bahkan tidak sedikit tokoh-tokoh yang berjuang melalui pers harus merasakan penyiksaan dan pengasingan.

Berikut ini, empat tokoh pers legendaris Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia melalui tulisan dan medianya :

  1. Ernest Douwes Dekker

Ernest Douwes Dekker memiliki nama lengkap Ernest Francois Eugene Douwes Dekker. Ia merupakan seorang keturunan Indonesia-Belanda. Meski memiliki darah Belanda, Ernest nyatanya lebih berpihak kepada Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya, ia mengkritik secara tajam kebijakan-kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang sangat merugikan warga pribumi.

Awalnya, Ernest Douwes Dekker diberikan tanggung jawab sebagai redaktur Batavia-ache Niewsblad yang merupakan media pro penjajah. Namun dengan berani Ernest mengubah haluan media tersebut menjadi pro pribumi. Melalui Koran tersebut, dirinya berani menuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sepanjang hidupnya, Ernest beberapa kali diasingkan oleh penjajah Belanda akibat tulisan-tulisan yang dinilai berlawanan. Tidak pantang menyerah, hingga akhir hayatnya, Ernest terus berjuang melalui dunia jurnalistik melalui berbagai media cetak yang ia bina bersama tokoh pers nasional lainnya.

  1. Tirto Adhi Soerjo

Tirto Adhi Soerjo merupakan Bapak Pers Indonesia. Melalui media yang didirikan dengan uang sendiri bertajuk Medan Prijai, Tirto menuangkan tulisan-tulisan berisi suara rakyat. Media ini menjadi tempat masyarakat untuk menuangkan segala keresahannya. Medan Prijai menjadi media pertama yang menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia saat itu.

Sama seperti Ernest Douwes Dekker, Tirto juga pernah diasingkan karena tulisan-tulisannya yang terkenal tajam. Bahkan media yang didirikan Tirto menjadi wadah penampungan keluhan dan aduan masyarakat yang berselisih dengan pemerintah.

  1. Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddu merupakan tokoh perempuan pertama di pers Indonesia. Perempuan asal Sumatera Barat ini memperjuangkan hak-hak perempuan melalui surat kabar khusus perempuan Soenting Melajoe yang didirikannya.

Sebelumnya, Ruhana Kuddus aktif menulis di Poetri Hindia milik Tirto. Namun surat kabar tersebut ditutup oleh Belanda. Tak habis akal,  Ruhana Kuddus pun akhirnya mendirikan surat kabar khusus perempuan sendiri.

  1. Adinegoro

Adinegoro atau dikenal dengan Djamaluddin merupakan tokoh pers yang memberikan pengaruh banyak terhadap kemajuan pers Indonesia. Nama Djamaluddin sendiri merupakan nama samaran atau nama pena yang digunakan Adinegoro agar dirinya tidak terlacak penjajah.

Banyak surat kabar yang menjadi asuhan Adinegoro. Beberapa di antaranya adalah Mimbar Indonesia dan Pewarta Deli. Ia juga aktif sebagai pengurus organisasi pers di Indonesia seperti Yayasan Pers Biro Indonesia. Hingga akhir hayatnya, ia mengabdi di LKBN Antara. Atas seluruh dedikasinya itu, Adinegoro dianugrahi sebagai pelopor pers Indonesia. (kholi/red)

 

TERKAIT
- Advertisment -