Kamis, April 25, 2024
BerandaInHouseFeature22 September Diperingati sebagai Hari Badak Sedunia

22 September Diperingati sebagai Hari Badak Sedunia

Serang, Bantentv.com – Sejak tahun 2011, setiap tanggal 22 September diperingati sebagai World Rhino Day atau Hari Badak Sedunia. Peringatan Hari Badak Sedunia mengingatkan tentang pentingnya kelestarian lima spesies badak yang ada di dunia.
Dilansir dari World Wide Fund for Nature, lima spesies badak yang ada di dunia yaitu badak putih, badak hitam, badak bercula satu, badak jawa, dan badak sumatera. Dari kelima spesies badak tersebut, ada tiga spesies yang berasal dari Indonesia yakni badak bercula satu, badak jawa, dan badak sumatera.
Lahirnya peringatan Hari Badak Sedunia dilatarbelakangi oleh keresahan Lisa Jane Campbell dari peternakan Chishakwe di Zimbabwe dan Rhishja Cota. Ia merasa resah dengan kasus perburuan badak yang meningkat saat itu.
Setiap hari sekitar tiga ekor badak diburu untuk diambil tanduknya. Badak diburu dengan menggunakan obat penenang. Ketika badak melemah efek obat penenang, pemburu akan memotong tanduk badak secara tidak manusiawi. Badak kemudian dibiarkan berdarah sampai mati.
Dengan meningkatnya tingkat perburuan spesies badak saat itu, Lisa Jane Campbell memanggil organisasi terkait, seperti pusat konservasi satwa liar, NGO, kebun binatang, dan individu yang peduli terhadap kelestarian badak untuk membuat hari peringatan khusus badak. Hari ini kemudian dikenal dengan World Rhino Day atau Hari Badak Sedunia.
Hari Badak Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lima spesies badak di dunia. Selain itu, peringatan Hari Badak Sedunia diharapkan mampu menghentikan perburuan liar terhadap badak.
Setiap tahunnya, perayaan Hari Badak Sedunia memilki tema yang berbeda-beda. Dilansir dari World Rhino Day, untuk tahun 2022 tema Hari Badak Sedunia adalah “Five Rhino Species Forever” atau “Lima Spesies Badak Selamanya”. Arti tema tersebut adalah karena lima spesies badak berada di ambang kepunahan yang disebabkan oleh pemburan liar, perubahan iklim, dan gangguan habitat alaminya. Sehingga, penting untuk meningkatkan kesadaran di antara orang-orang mengenai kerentanan binatang ini di seluruh dunia.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR