Bantentv.com –Kurma menjadi salah satu buah paling dicari selama bulan Ramadan. Hampir selalu hadir di meja makan saat sahur maupun berbuka puasa, kurma tidak hanya manis, tetapi juga kaya nutrisi.
Mengutip Kementerian Kesehatan, sebagian besar kalori kurma berasal dari karbohidrat, dengan sedikit kandungan protein. Buah ini juga mengandung kalium, magnesium, zat besi, vitamin B6, serta antioksidan yang baik untuk tubuh.
Namun, tidak semua kurma di pasaran benar-benar alami. Sebagian produk bisa ditambahkan gula atau sirup glukosa agar terasa lebih manis dan tampak menarik. Karena itu, penting mengetahui cara membedakan kurma asli dan kurma yang diberi tambahan pemanis.
Baca Juga: Rekomendasi Takjil Sehat yang Baik untuk Berbuka Puasa
1. Rasa Manis yang Terlalu Kuat
Cicipi kurma sebelum membeli jika memungkinkan. Kurma dengan tambahan gula biasanya sangat manis, menusuk di gigi, bahkan bisa menimbulkan rasa ngilu saat digigit. Berbeda dengan kurma asli, manisnya lembut dan alami, meresap hingga ke dalam daging buah, bukan hanya di permukaan.
2. Tekstur Kurma Terlalu Lunak
Kurma asli umumnya padat dan agak kenyal. Sedangkan kurma yang diberi cairan gula cenderung lebih lembek, karena proses pemanasan agar gula meresap ke permukaan buah.
Baca Juga: Tips Memilih Kurma yang Bagus dan Berkualitas untuk Ramadan
3. Mudah Dikerubuti Semut
Tanda mudah dikenali lainnya adalah keberadaan semut. Kurma dengan tambahan pemanis lebih cepat dikerubuti semut, terutama jika dibiarkan terbuka. Kurma alami tidak terlalu menarik semut karena kadar gula tambahan di permukaan tidak berlebihan.
Masyarakat disarankan lebih teliti saat membeli kurma, terutama di bulan Ramadan ketika konsumsi meningkat. Selain memilih kualitas terbaik, perhatikan kandungan gula agar asupan tetap terkontrol selama berpuasa.
Editor : Erina Faiha