Serang, Bantentv.com- Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang menyebut sekitar 70 persen ketersediaan hewan kurban di wilayah tersebut didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan jelang Hari Raya Iduladha.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan jumlah lapak penjualan hewan kurban tahun ini masih dalam proses pendataan.
Pada tahun lalu, tercatat lebih dari 200 lapak dengan sekitar 10 ribu ekor hewan kurban yang dipasarkan. Namun, jumlah hewan yang terjual dan dipotong hanya sekitar 4 ribu ekor, terdiri dari sapi, kambing, dan domba.
Suhardjo memperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini akan mengalami peningkatan, meski tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban di Kota Serang Lesu, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
Ia juga menyebut mayoritas hewan kurban yang dijual di lapak berasal dari luar daerah, yakni sekitar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya berasal dari Kabupaten Serang.
“Jumlah hewan kurban dan lapaknya masih kita data, cuma rata-rata hewan kurban didatangkan dari luar daerah,” ungkapnya Selasa 26 Mei 2026.
Ditambahkan Suhardjo, hewan yang didatangkan dari luar daerah, pengawasan terkait transportasi hewan ternak juga ditingkatkan, pengawasan dan turun ke lapangan diintensifkan.
“Salah satunya dilakukan dengan pengecekan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) ke setiap penjual hewan ternak dan pemeriksaan kesehatan hewan yang ada di lapak dan sejauh ini belum ditemukan adanya kasus penyakit antrak maupun PMK,” pungkasnya.