Cilegon, Bantentv.com – Selain dikenal sebagai kota santri, Cilegon juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera.
Salah satunya yang cukup populer dan menjadi favorit warga lokal maupun pendatang adalah sate bebek khas Cilegon. Di bulan puasa, banyak warga menjadikan sate bebek sebagai menu berbuka puasa.
Memasuki bulan Ramadan, warga tidak hanya berburu takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga mencari hidangan utama, salah satunya sate bebek yang menjadi kuliner tradisional khas Kota Cilegon yang cukup populer dan menjadi favorit warga lokal maupun pendatang.
Salah satunya, Sri Kurniawan, pelanggan setia sate bebek, mengaku menyukai sate bebek khas Cilegon karena teksturnya yang lembut dan tidak alot, serta bumbunya yang kuat. Dirinya juga kerap membeli sate bebek ini sebagai menu utama berbuka puasa.
Sate bebek khas Cilegon berbeda dengan sate pada umumnya, pengolahannya terbilang khas. Sebelum dibakar, daging bebek direbus terlebih dahulu dengan bumbu rempah, sehingga menghasilkan rasa yang meresap hingga ke dalam daging.
“Harganya sangat terjangkau, rasanya juga enak makanya sering beli di sini,” kata Sri pelanggan sate bebek.
Baca Juga: Resep Sate Bebek Khas Cilegon Paduan Pedas Gurih Dalam Setiap Tusukan
Tata, penjual sate bebek, menjelaskan keunikan sate bebek khas Cilegon ini terletak pada bumbunya. Jika di daerah lain sate bebek identik dengan sambal kecap atau bumbu kacang, di Cilegon sate bebek disajikan dengan bumbu rempah kental berwarna kemerahan, yang bercita rasa pedas dan sedikit manis. Bumbu tersebut merupakan racikan turun-temurun yang menjadi ciri khas sate bebek Cilegon.
“Yang unik di sate bebek ini ada dibumbunya, kalau di tempat lain kan bumbunya itu pakai kecap atau bumbu kacang, kalau di sini bumbunya itu rempahnya yang kental warnanya juga merah pedas manis gitu,” kata Tata penjual sate bebek.
Baca Juga: Serunya Lomba Tangkap Bebek di Lebak Meriahkan HUT ke-80 RI
Dengan cita rasa yang khas serta proses pengolahan yang masih mempertahankan cara tradisional, sate bebek ini menjadi salah satu kekayaan kuliner lokal yang patut dijaga dan terus dipromosikan sebagai bagian dari identitas daerah di Provinsi Banten.
Editor : Erina Faiha