Bantentv.com – Banten bukan hanya dikenal dengan sejuta cerita sejarah dan budaya pesantrennya, tetapi juga dengan kuliner warisan yang begitu menghangatkan hati.
Salah satu kuliner yang mulai jarang terdengar namun tetap jadi kebanggaan masyarakat pesisir adalah Nasi Sumsum.
Hidangan ini punya cita rasa gurih lembut, memadukan kenikmatan nasi dengan sumsum sapi yang kaya nutrisi dan aroma khas rempah Nusantara.
Asal Usul Nasi Sumsum
Konon, Nasi Sumsum lahir dari tradisi masyarakat pesisir Banten yang tak ingin membuang bagian sapi yang penuh manfaat, termasuk sumsum di tulang kaki.
Dahulu, para nelayan atau peternak memasak nasi dan sumsum bersama dalam satu bungkus daun pisang agar hemat bahan dan mudah dibawa saat bekerja di ladang maupun laut.
Seiring waktu, Nasi Sumsum menjadi hidangan rumahan penuh kehangatan, sering hadir dalam acara keluarga atau hari besar.
Aroma daun pisang yang dipanaskan, berpadu lembutnya sumsum, mengingatkan kita pada hidangan tempo dulu yang sederhana namun kaya rasa.
Resep Nasi Sumsum Khas Banten
Untuk 5-6 porsi
Bahan-bahan:
- 500 gram beras (cuci bersih)
- 300 gram sumsum sapi (ambil dari tulang kaki)
- 400 ml santan sedang
- 3 siung bawang putih (haluskan)
- 5 siung bawang merah (haluskan)
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai (geprek
- Garam secukupnya
- Merica bubuk secukupnya
- Daun pisang untuk membungkus
Baca Juga: Lima Makanan Khas Tangerang Wajib Kamu Coba
Cara Membuat:
- Masak beras dengan santan, garam, bawang merah, bawang putih, daun salam, dan serai.
- Aduk perlahan hingga santan meresap, seperti membuat nasi uduk setengah matang.
- Masukkan sumsum sapi, aduk pelan agar tidak hancur sepenuhnya.
- Setelah setengah matang, angkat nasi lalu bungkus dengan daun pisang berbentuk lontong atau lipatan kotak.
- Kukus kembali selama 20–30 menit hingga nasi pulen dan aroma daun pisang semakin kuat.
- Sajikan hangat—lebih nikmat saat sumsum masih lumer!
Tips Agar Nasi Sumsum Makin Nikmat :
- Pilih sumsum yang masih segar dan berwarna cerah.
- Jika suka rasa lebih kuat, tambahkan sedikit kaldu tulang saat memasak nasi.
- Daun pisang sebaiknya dipanaskan sebentar di atas api agar lentur dan tidak mudah robek saat membungkus.
- Bisa ditambahkan cabai rawit utuh untuk sensasi pedas tradisional.
Nasi Sumsum bukan hanya soal rasa. Di balik tiap butirnya, tersimpan cerita tentang kebersahajaan masyarakat Banten, yang mengolah bahan sederhana menjadi sajian luar biasa.
Kini, sudah saatnya kita kembali mengangkat kuliner tradisional ini ke hadapan generasi muda agar warisan lezat ini tidak hanya tinggal cerita belaka.
Kalau berkunjung ke Banten atau ingin mencoba menu baru di rumah, jangan lupa masak Nasi Sumsum.
Setiap suapannya adalah nostalgia akan rumah, keluarga, dan tradisi yang menghangatkan hati.