Bantentv.com – Pikun atau mudah lupa tak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan daya ingat justru semakin banyak dialami kelompok usia muda, seiring perubahan gaya hidup yang kurang sehat.
Kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas harian. Kurang tidur, pola makan tidak seimbang, stres berkepanjangan, konsumsi obat tertentu, hingga gangguan kesehatan yang berkaitan dengan otak menjadi faktor pemicunya.
Meski belum ada metode yang sepenuhnya menjamin pencegahan pikun atau demensia, sejumlah kebiasaan sederhana terbukti membantu menjaga dan meningkatkan fungsi daya ingat jika dilakukan secara konsisten.
Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik berperan penting meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Aliran darah yang lancar membantu menjaga ketajaman memori. Aktivitas seperti jalan cepat, jogging, atau olahraga aerobik ringan disarankan dilakukan setidaknya 150 menit per minggu.
Latih Otak dengan Aktivitas Mental
Otak, seperti halnya otot, perlu terus dilatih agar tetap bugar. Kegiatan yang merangsang fungsi kognitif seperti membaca, bermain alat musik, mengisi teka-teki silang, atau mempelajari keterampilan baru dapat membantu mempertahankan daya ingat.
Jaga Interaksi Sosial
Interaksi sosial berperan mengurangi stres dan depresi, dua faktor yang berkontribusi terhadap penurunan daya ingat. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dekat dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus fungsi kognitif.
Terapkan Pola Hidup Teratur
Kebiasaan hidup yang tidak teratur dapat memicu lupa. Mencatat agenda harian, menggunakan kalender, serta menjaga kerapian lingkungan dinilai membantu otak bekerja lebih efisien dan mengurangi beban ingatan.
Pastikan Waktu Tidur Cukup
Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk berkaitan langsung dengan penurunan fungsi memori. Orang dewasa dianjurkan tidur tujuh hingga sembilan jam per hari agar proses pemulihan dan konsolidasi ingatan berjalan optimal.
Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Asupan makanan sehat berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Protein rendah lemak, buah, sayur, serta biji-bijian utuh diketahui membantu mencegah penurunan daya ingat sekaligus menunjang kesehatan mental.
Kelola Penyakit Kronis dengan Baik
Tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, gangguan pendengaran, dan obesitas dapat memengaruhi fungsi kognitif. Kepatuhan pada saran medis dan pengelolaan penyakit secara rutin menjadi langkah penting menjaga kesehatan ingatan.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut sejak dini, risiko pikun dapat ditekan. Menjaga daya ingat bukan hanya kebutuhan usia lanjut, tetapi investasi penting sejak usia muda.