BerandaMomentum Lebaran 2026, Dorong Ekonomi Daerah dan Sektor Pariwisata

Momentum Lebaran 2026, Dorong Ekonomi Daerah dan Sektor Pariwisata

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Momentum menyambut Idulfitri 1447 Hijriah yang didalamnya terdapat tradisi mudik menjadi potensi besar terhadap meningkatnya potensi ekonomi daerah.

Momentum Lebaran ini juga dikenal sebagai salah satu periode dengan pergerakan wisatawan tertinggi di Indonesia, sehingga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal inilah yang mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk menyiapkan berbagai paket wisata dalam rangka mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat saat lebaran.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menilai peningkatan mobilitas saat lebaran ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi secara luas, khususnya bagi pelaku UMKM

“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” kata Made.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pihak Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata yang bisa dinikmati masyarakat selama libur Lebaran.

Paket-paket wisata ini disusun melalui kolaborasi bersama sekitar 40 pelaku industri pariwisata. Adapun fokus utama dalam kolaborasi ini adalah menyasar wisatawan yang menggunakan transportasi udara.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Nilai HPN 2026 Dorong Pariwisata dan Ekonomi Banten

Di sisi lain, pemerintah juga terus menggaungkan kampanye berwisata di dalam negeri. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor pariwisata nasional dengan mengoptimalkan potensi domestik.

Made juga menyoroti pentingnya peran agen perjalanan daring (online travel agent/OTA) dalam menjaga kualitas layanan, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat terkait harga tiket selama periode Lebaran.

“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara dari sisi konektivitas, pemerintah juga turut menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menekan harga tiket pesawat yang dikeluhkan para wisatawan yang dirasa cukup memberatkan. Hal ini agar menarik minat masyarakat dalam berwisata di dalam negeri saat libur lebaran.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menyebut upaya ini mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan hingga penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat.

Sejumlah insentif juga telah digelontorkan selama periode libur Idulfitri. Di antaranya diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20%, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40–50%, serta diskon avtur hingga 10% di 37 bandara.

Selain itu, pemerintah juga memberikan potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50%.

Dengan target dari pemerintah yang menurunkan harga tiket pesawat hingga kisaran 17–18% , serta berbagai kebijakan lainnya, diharapkan perjalanan selama libur Lebaran menjadi lebih terjangkau dan mendorong semakin banyak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -