Bantentv.com – Fenomena gerhana bulan total akan terjadi dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, gerhana bulan total dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026 dan menjadi topik hangat di kalangan pecinta astronomi.
Dikutip dari situs Vaonis.com, gerhana bulan total merupakan salah satu peristiwa pengamatan langit yang paling dramatis sekaligus paling mudah disaksikan. Untuk melihat fenomena ini, masyarakat tidak memerlukan peralatan khusus. Efek “bulan merah” atau blood moon dapat diamati langsung dengan mata telanjang.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Almanak 2026, puncak gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 akan berlangsung pukul 18.34.52 WIB atau 19.10 WITA. Pada fase ini, bayangan Bumi sepenuhnya menutupi permukaan Bulan hingga mencapai totalitas.
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026, Sayangnya Tak Bisa Disaksikan dari Indonesia
Berikut fase gerhana bulan total 3 Maret 2026 (WIB):
- Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44.22 WIB
- Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50.00 WIB
- Gerhana Total mulai (U2): 18.04.26 WIB
- Puncak Gerhana (MID): 18.34.52 WIB
- Gerhana Total berakhir (U3): 19.02.45 WIB
- Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17.10 WIB
- Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22.59 WIB
Bisa Disaksikan di Indonesia
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, selama kondisi cuaca mendukung. Selain di Indonesia, fenomena ini juga dapat diamati di wilayah Amerika, Australia, serta Asia bagian Timur, Tenggara, dan Tengah.
Masyarakat dapat menyesuaikan waktu pengamatan sesuai zona waktu masing-masing. Selain itu, gerhana juga bisa disaksikan secara daring melalui layanan live streaming yang disediakan BMKG di laman resminya.
Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Gerhana Bulan Total
Secara astronomis, gerhana bulan merupakan peristiwa ketika cahaya Matahari menuju Bulan terhalang oleh Bumi. Fenomena ini terjadi akibat pergerakan dinamis posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Gerhana bulan hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
Sementara itu, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Sepanjang tahun 2026, BMKG mencatat akan terjadi empat kali gerhana, yakni dua kali gerhana Bulan dan dua kali gerhana Matahari, dengan rincian sebagai berikut:
- Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026
- Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026
- Gerhana Matahari Total: 12 Agustus 2026
- Gerhana Bulan Sebagian: 28 Agustus 2026
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan momen langka ini sebagai sarana edukasi sekaligus pengamatan fenomena alam yang menarik.
Editor : Erina Faiha