Cilegon, Bantentv.com – Lonjakan volume sampah selama momen Lebaran 2026 dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.
Kondisi ini dinilai menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali kesadaran publik terhadap persoalan sampah.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa produksi sampah mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.
Jika pada kondisi normal volume sampah yang masuk ke TPA Bagendung berada di kisaran 310 ton per hari, maka saat Lebaran meningkat menjadi sekitar 340 hingga 360 ton per hari.
“Sebagian besar kenaikan berasal dari sampah organik, seperti sisa makanan lebaran,” kata Sabri.
Ia menjelaskan, peningkatan sampah organik tidak terlepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat selama Lebaran. Aktivitas memasak dan konsumsi makanan yang lebih tinggi berdampak langsung pada bertambahnya jumlah sampah, khususnya sampah sisa makanan.
Baca Juga: Lanjutkan Program KOLASE, DLH Cilegon Batasi Kuota 100 Sekolah
Selain itu, DLH Kota Cilegon juga mencatat masih adanya kebiasaan membuang sampah secara sembarangan. Kondisi ini terlihat dari munculnya titik-titik pembuangan sampah liar di sejumlah lokasi setelah Lebaran.
“Pasca Lebaran muncul titik-titik pembuangan sampah liar di sejumlah lokasi. Seperti di JLS dan ruas jalan industri sekitar pusat kota,” terangnya.
Menurutnya, berbagai upaya seperti pemasangan spanduk larangan membuang sampah sebenarnya telah dilakukan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup efektif dalam menekan perilaku membuang sampah sembarangan.
Oleh karena itu, DLH terus mendorong pendekatan edukatif kepada masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah. Edukasi ini diharapkan dapat membangun kebiasaan baru dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Sabri juga mengimbau masyarakat untuk mulai memisahkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis agar dapat dimanfaatkan kembali. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi sampah yang dibuang ke TPA dan lebih peduli terhadap lingkungan,” tutupnya.