Bantentv.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut hingga ‘semua tujuan tercapai’.
Dalam video yang diunggah di platform Truth Social, Trump mengatakan operasi tempur masih berlangsung dengan kekuatan penuh.
“Operasi tempur terus berlangsung dengan kekuatan penuh saat ini, dan akan terus berlanjut hingga semua tujuan kami tercapai. Kami memiliki tujuan yang sangat kuat,” kata Trump, Minggu 1 Maret 2026.
Baca Juga: Ledakan Guncang Israel & Teluk, Iran Balas Serangan Israel–AS
Trump juga mengonfirmasi bahwa tiga tentara Amerika Serikat tewas dalam operasi tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah Pentagon mengumumkan tiga anggota militer AS yang tidak disebutkan identitasnya gugur dan lima lainnya mengalami luka serius.
“Kami memiliki tiga korban, tetapi kami mengharapkan korban lainnya. Namun pada akhirnya, ini akan menjadi hal yang besar bagi dunia,” kata Trump kepada NBC News, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Baca Juga: Ledakan Guncang Teheran, AS–Israel Lancarkan Serangan ke Iran
Trump menambahkan bahwa pejabat Iran dan Amerika Serikat “sedang berbicara”, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut operasi tersebut telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah pejabat pemerintah serta militer.
Data Korban di Iran dan Israel
Al Jazeera melaporkan bahwa jumlah korban terus bertambah di berbagai negara sejak eskalasi konflik dimulai. Media tersebut, mengutip data otoritas setempat termasuk Bulan Sabit Merah Iran, menyebut sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya terluka di Iran.
Di Israel, dilaporkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 121 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, media Amerika Serikat melaporkan korban tewas akibat serangan Iran terhadap aset Amerika berada di Kuwait. Laporan lain menyebut sedikitnya satu orang tewas di Kuwait, tiga orang di Uni Emirat Arab, dan dua orang di Irak.
Baca Juga: 57 Siswi Dilaporkan Tewas dalam Serangan ke Sekolah di Hormozgan
Iran juga disebut melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Bahrain, dan Oman.
Jumlah korban tersebut masih berdasarkan laporan media dan otoritas setempat, serta belum dapat diverifikasi secara independen. Angka tersebut dapat berubah seiring perkembangan situasi di lapangan.