Serang, Bantentv.com – Upaya penguatan ekonomi berbasis desa terus dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa Mekar Abadi, Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang melalui pengelolaan potensi lokal,
BUMDes ini mengembangkan sejumlah program usaha di sektor peternakan dan pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Pengembangan usaha tersebut difokuskan pada peternakan ayam pedaging serta budidaya jamur tiram. Dua sektor ini dinilai memiliki peluang pasar yang cukup stabil dan relatif mudah dikelola oleh pengelola desa.
Program yang dijalankan BUMDes Mekar Abadi tidak hanya bertujuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberi nilai tambah terhadap aset ekonomi desa agar dapat dikelola secara berkelanjutan.
Ketua BUMDes Mekar Abadi, Arsudin, menjelaskan bahwa pemilihan ayam pedaging sebagai salah satu unit usaha didasarkan pada pertimbangan masa panen yang relatif singkat. Dengan siklus produksi yang cepat, perputaran modal dinilai lebih efisien dan mampu mendukung keberlanjutan usaha.
“Kenapa saya memilih ayam pedaging, karena memanennya tidak terlalu lama, karena kasarnya 27 hari bisa dipanen.” ungkapnya Minggu 28 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa dari sisi perawatan, ayam pedaging tergolong tidak terlalu sulit dan memiliki tingkat pemasaran yang cukup baik. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan usaha desa yang dikelola secara kolektif.
“Ya kalau saya memilih ayam pedaging, sedikit banyaknya lebih murah serta penjualannya tidak sulit dan cepat panen tidak menunggu berbulan bulan.” katanya.
Baca Juga: BUMDes Siremen Lauching Usaha Bebek Petelur Sebagai Wujud Ketahanan Pangan
Ke depan, pihak pengelola berencana menambah jumlah populasi ayam pedaging apabila perkembangan usaha menunjukkan hasil yang positif dan situasi mendukung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan skala produksi sekaligus menambah kontribusi pendapatan bagi desa.
“Saya pengen kedepannya mengembangkan, kalau lihat situasinya berkembang kita akan tambahkan lagi ayamnya,” tuturnya.
Selain peternakan ayam, BUMDes Mekar Abadi juga mengembangkan budidaya jamur tiram. Saat ini, tercatat sekitar 12 ribu baglog jamur yang telah memasuki masa siap panen.
“Selain peternakan kita juga kembangkan budidaya jamur yang saat ini sudah ada 12 ribu baglog yang siap panen.” ujarnya.

Pengelola budidaya jamur tiram, Ahmad Saepudin, menyampaikan bahwa hasil panen jamur tersebut telah memiliki jaringan pemasaran melalui pengepul.
“Harga perkilo saat ini Rp.15.000 perkilo, secara penjualan kita sudah ada pengepulnya.” terangnya.
Ia juga menjelaskan proses produksi jamur tiram yang dimulai dari pengolahan serbuk gergaji hingga menjadi baglog siap inkubasi.
“Sesudah di mixer kita pres melalui mesin pres dan setelah itu kemudian dikukus menggunakan kaya semawar,” jelasnya.
“Setelah sudah dingin baru dibibit baru setelah itu dinaikan inkubasi, nah kalo sudah 40 hari baru suhunya didinginkan, kalo untuk menumbuhkan jamur suhunya harus dingin dengan suhu dibawah 30 derajat,” sambungnya.