Lebak, Bantentv.com – Intensitas hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lebak, Banten, dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir yang merendam puluhan hektare sawah.
Kondisi tersebut terjadi di Blok Babalan yang berada di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, serta Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, pada Jumat, 19 Desember 2025.
Genangan air terlihat memenuhi areal persawahan tanpa saluran pembuangan yang memadai, sehingga air mengendap dan menutup tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan Petani setempat. Tanaman padi yang masih muda berisiko membusuk apabila terlalu lama terendam, yang pada akhirnya dapat berujung pada gagal panen.
Salah seorang petani Kampung Lebak Wangi, Desa Tambakbaya, Damiri, menyampaikan bahwa banjir di wilayah tersebut bukan persoalan baru.
Baca Juga: Belasan Petak Sawah di Lebak Diserang Hama Tikus, Petani Merugi Jutaan Rupiah
“Ia menyebut genangan air di sawah sudah terjadi hampir satu bulan terakhir dan semakin parah karena hujan turun hampir setiap hari,” kata Damiri.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada sistem drainase yang tidak memadai sehingga air mudah meluap dan menggenangi lahan pertanian.
Ia menjelaskan, untuk wilayah kelompok taninya saja, sekitar 11 hektare sawah saat ini terendam banjir. Di area lain, luas lahan yang terdampak diperkirakan lebih besar.
“Penyebab utamanya ya saluran air. Kecil dan enggak lancar, banyak pohon juga di sekitar saluran,” katanya. Kondisi tersebut membuat aliran air tersumbat dan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Dampak kerugian yang dialami petani sulit dihitung secara pasti. Damiri menyebutkan bahwa tanaman padi yang terendam lebih dari satu minggu hampir dipastikan akan mengalami pembusukan.
“Bahkan, dalam beberapa hari saja, pertumbuhan padi sudah terganggu,” ujarnya.
Selain itu, banjir yang terus berulang membuat kondisi semakin sulit karena modal tanam telah dikeluarkan, sementara kualitas bibit menurun akibat terlalu lama menunggu lahan mengering.
“Kondisi begini sering terjadi, bisa merugi,” tuturnya. Para Petani berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pembenahan sistem irigasi secara menyeluruh.