Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaStatus Gunung Anak Krakatau Level II, Warga Diimbau Jauhi GAK Radius 2...

Status Gunung Anak Krakatau Level II, Warga Diimbau Jauhi GAK Radius 2 KM

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level II (Waspada).

Imbauan ini disampaikan Polda Banten melalui Pelaksana tugas Kabidhumas Polda Banten, AKBP Meryadi untuk memperkuat kesiapsiagaan warga di wilayah rawan terdampak bencana.

Meryadi menyampaikan, bahwa kondisi cuaca dapat berubah cepat sehingga informasi resmi perlu untuk selalu dipantau.

“BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Banten pada hari ini didominasi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, namun hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan,” kata Meryadi, Selasa, 9 Desember 2025.

Data dari BMKG, hujan ringan berpotensi pada siang hari di sejumlah kecamatan di Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak hingga Tangerang Selatan.

Selain itu, BMKG juga mencatat kecepatan angin mencapai 5–35 km/jam serta kelembapan 60–95 persen yang turut memengaruhi dinamika cuaca.

Selain itu, Polda Banten juga menyoroti peringatan dini gelombang sedang 1,25–2,5 meter di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak.

“Kami mengingatkan warga pesisir, nelayan, dan wisatawan untuk memperhatikan keselamatan,” ujar Meryadi.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Diimbau Tidak Melaut di Selat Sunda

Selain cuaca, Polda Banten juga meminta warga untuk memperhatikan informasi PVMBG mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih menunjukkan adanya gempa vulkanik.

“PVMBG melaporkan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II (Waspada). Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis,” ungkapnya.

Adapun PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati radius 2 km dari kawah aktif sebagai langkah pencegahan dini.

Polda Banten menegaskan, panduan keselamatan yang dapat dilakukan masyarakat diantaranya yakni mulai dari memantau informasi BMKG, menyiapkan tas darurat, sampai menunda aktivitas luar ruang saat hujan lebat.

“Tetap di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Hindari berteduh di bawah pohon atau tiang saat petir,” imbaunya.

AKBP Meryadi pun mengimbau warga untuk mengantisipasi dan membantu meminimalkan risiko kecelakaan dan korban jiwa.

“Cuaca dapat berubah dengan cepat. Kami mengimbau masyarakat untuk menunda aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak saat cuaca buruk,” ujarnya.

Polda Banten juga telah menyiagakan personel di dua Posko Siaga Bencana yang dilengkapi peralatan Search and Rescue (SAR) untuk mempercepat respons kedaruratan, dan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terkini,” pungkasnya.

Editor Siti Anisatusshalihah

 

TERKAIT
- Advertisment -