BerandaBeritaBPBD Kota Serang Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

BPBD Kota Serang Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat Kota Serang, Jumat, 19 Juni 2026 di Taman Kali Sukadana Berbudi, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Pembentukan FPRB sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kota Serang, seperti banjir,  kekeringan hingga angin kencang akibat fenomena cuaca.

Pembentukan FPRB yang digelar lintas sektor tersebut dilanjutkan dengan bersih-bersih Sungai Sukadana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang Diat Hermawan menjelaskan, pembentukan forum Pengurangan Risiko Bencana ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Kebencanaan.

BPBD Kota Serang menggandeng seluruh stakeholder yang kini dikenal dengan konsep Pentahelix.

“Unsur penanggulangan bencana sekarang ada lima (Penthelix), yaitu pemerintah, dunia usaha atau swasta, masyarakat, akademisi, dan unsur media. Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi kolaborasi bersama,” ujar Diat Hermawan.

FPRB Kota Serang sebagai wadah independen yang berfungsi sebagai sarana komunikasi, koordinasi, serta pemberi masukan dan rekomendasi kepada pemerintah.

BPBD Kota Serang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan membentuk FPRB tingkat Kota Serang
BPBD Kota Serang melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan membentuk FPRB tingkat Kota Serang

Berdasarkan pemetaan BPBD Kota Serang dari riwayat bencana tahun 2024, terdapat sekitar 37 titik yang rawan mengalami krisis air bersih, dengan wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Kasemen dan sebagian di Kecamatan Taktakan.

Terkait kesiapan logistik, Diat mengaku terus berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) yang saat ini tengah gencar memperluas jaringan perpipaan ke area rawan seperti Margaluyu hingga Sinaba, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Kita berharap perluasan jaringan pipa dari PDAB bisa mereduksi atau mengurangi jumlah titik kekeringan tahun ini. Namun, untuk langkah darurat, BPBD tetap menyiagakan armada tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk menyuplai titik krisis, bekerja sama dengan PT SBS dan armada bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten,” jelas Diat Hermawan.

Baca Juga: BPBD Kota Serang Edukasi Siswa SD Cangkring Lewat Simulasi Gempa

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang, Muhlisin, mengatakan  forum pengurangan risiko bencana yang dibentuk untuk mengedukasi warga agar memiliki ketahanan mandiri saat menghadapi situasi darurat.

Forum ini nantinya akan dibagi kedalam beberapa bidang khusus, seperti bidang advokasi serta bidang informasi dan edukasi.

“Kami tidak bisa mencegah terjadinya bencana, tapi bisa mengurangi risiko akibat bencana tersebut. Harapannya, minimal masyarakat tahu apa yang harus dilakukan kalau terjadi bencana. Mereka harus bisa menolong dirinya sendiri, kemudian menolong keluarganya, baru masyarakat luas,” kata Muhlisin.

Muhlisin menambahkan FPRB akan menjadi jembatan antara aspirasi warga dan kebijakan pemerintah.

“Forum ini akan menjembatani apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat di lapangan untuk disampaikan secara terstruktur kepada pemerintah,” tegas Muhlisin.

Dengan terbentuknya FPRB Kota Serang, seluruh relawan, NGO, dan elemen masyarakat yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri, kini dapat lebih terorganisir dan sinergis di bawah satu komando demi meminimalisir dampak bencana di Kota Serang.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -