Serang, Bantentv.com – Seorang pria berinisial S (25), yang diketahui merupakan staf Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Danau Puspemkab Serang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa tenggelam tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya tengah menjala ikan di danau yang berada di kawasan pusat pemerintahan kabupaten.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga tenggelam ketika berada di bagian tengah danau yang memiliki kedalaman cukup signifikan.
Kapolsek Ciruas, Salahuddin, menjelaskan bahwa sebelum tenggelam, korban sempat meminta pertolongan kepada dua rekannya.
Namun, kondisi air yang dalam membuat proses penyelamatan tidak dapat dilakukan secara maksimal sehingga korban tidak berhasil diselamatkan dari situasi tenggelam tersebut.
“Korban bersama dua saksi masuk ke area danau untuk menjala ikan. Saat di tengah danau, korban diduga tenggelam dan sempat meminta tolong. Karena kedalaman air, saksi tidak dapat memberikan pertolongan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Pemuda 20 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Cisadah Serang
Warga yang mengetahui adanya insiden tenggelam itu segera melaporkannya ke Polsek Ciruas. Sekitar pukul 12.00 WIB, tim dari Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian bersama aparat kepolisian serta warga sekitar.
Setelah dilakukan upaya pencarian selama kurang lebih satu jam, korban yang dilaporkan tenggelam akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dari lokasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga menerima kejadian tenggelam ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Peristiwa tenggelam ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama di area yang kedalamannya tidak terukur dan berpotensi membahayakan.