BerandaBeritaSetiap Hujan Harus Mengungsi, Kisah Atih Tinggal di Rumah Panggung Keropos

Setiap Hujan Harus Mengungsi, Kisah Atih Tinggal di Rumah Panggung Keropos

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Setiap hujan turun, Atih tak pernah benar-benar tenang berada di rumahnya. Perempuan warga Kampung Buah, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang itu terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, karena rumah panggung yang ia tempati bersama anak perempuannya sudah dalam kondisi keropos dan rawan ambruk.

Rumah peninggalan suaminya puluhan tahun lalu itu kini nyaris tak layak huni. Sejumlah tiang penyangga dan kaso atap telah lapuk dimakan usia.

Genteng rumah banyak yang lepas dan tidak saling mengait, membuat bangunan tampak condong dan membahayakan keselamatan penghuni.

“Kalau hujan deras, saya dan anak biasanya langsung keluar rumah. Takut roboh. Pernah juga air masuk sampai ke tempat tidur,” ujar Ati, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Nenek Kulsum, Lansia yang Tinggal Sendiri di Rumah Bocor

Kerusakan juga terlihat pada dinding rumah yang terbuat dari geribik bambu. Anyaman sudah berlubang dan rapuh, sementara lantai rumah panggung dari bilah bambu tak lagi kuat diinjak.

Kondisi tersebut membuat rumah terasa semakin tidak aman, terutama saat cuaca buruk.

Untuk bertahan hidup, Atih bekerja sebagai kuli tandur jika ada warga yang membutuhkan tenaga.

Namun, ketika tidak ada pekerjaan, ia mencari daun singkong di kebun milik tetangga untuk dijual demi membeli beras.

“Kalau tidak ada yang manggil kerja, saya cari daun singkong. Dijual buat beli beras,” katanya.

Sejak ditinggal suaminya puluhan tahun lalu, yang kabarnya telah menikah lagi, Atih mengaku tak pernah mampu memperbaiki rumahnya.

Baca Juga: Tinggal di Rumah Reyot Selama 25 Tahun, Rumah Cacang Akan Segera Dibangun

Keterbatasan ekonomi membuat kerusakan rumah terus dibiarkan hingga kondisinya semakin parah.

Kini, Atih dan anaknya hanya berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait. Mereka mendambakan tempat tinggal yang lebih layak dan aman, agar tak lagi dihantui rasa takut setiap kali hujan turun.

“Saya tidak minta rumah mewah. Asal aman dan tidak bocor, itu sudah cukup,” ucapnya penuh harap.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -