Pandeglang, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang pada Rabu, 1 April 2026. Momentum ini menjadi puncak refleksi terhadap perjalanan panjang sejarah dan perjuangan pembangunan di Kabupaten Pandeglang.
Rapat paripurna berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, anggota DPR RI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang memenuhi ruang rapat DPRD Pandeglang.
Ketua DPRD Ajak Masyarakat Maknai Sejarah Perjuangan
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, TB Agus Khatibul Umam, mengajak seluruh masyarakat untuk menghayati perjalanan sejarah 152 tahun berdirinya Kabupaten Pandeglang. Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu.
“Proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Pandeglang dimaknai dengan kerja keras yang diawali oleh para pejuang pembentukan kabupaten, serta diteruskan secara silih berganti oleh para pemimpin yang menahkodai daerah ini,” ujarnya.
Baca Juga: Jadi Pembina Upacara HUT ke-152 Pandeglang, Bupati Dewi Ajak Semua Pihak Bangun Daerah
Tema “PETARUNG” Jadi Semangat Pembangunan
Pada peringatan Hari Jadi ke-152, tema yang diangkat adalah “PETARUNG”, akronim dari Pejuang Tangguh, Religius, dan Unggul. Menurut Agus, tema tersebut mencerminkan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekonomi yang tangguh, tanpa meninggalkan nilai budaya religius serta keunggulan daerah.
Ia berharap momentum hari jadi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat rasa persatuan, kebanggaan, dan kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Pandeglang.
“Ini adalah jati diri Kabupaten Pandeglang yang memiliki keunggulan kompetitif untuk memacu pertumbuhan pembangunan,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Hari Jadi Kabupaten Pandeglang Ke-152, Dewi–Iing Ziarah ke Makam Mantan Bupati Pandeglang
Masih Ada Tantangan Pembangunan
Meski berbagai prestasi telah diraih, Agus mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Ia menilai penghargaan yang diterima pemerintah daerah bukanlah tujuan akhir, melainkan indikator keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara kolektif.
“Penghargaan adalah indikator penilaian atas upaya pembangunan yang kita laksanakan bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder. Ini merupakan keberhasilan kita bersama, utamanya masyarakat Pandeglang,” pungkasnya.
Editor : Erina Faiha