Minggu, Juli 21, 2024
BerandaBeritaRatusan Kios Pedagang di Jalur Puncak Bogor Dibongkar Paksa

Ratusan Kios Pedagang di Jalur Puncak Bogor Dibongkar Paksa

Bantentv.com  –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menertibkan ratusan bangunan kios atau warung – warung tanpa izin yang berada di sepanjang kawasan wisata Puncak di Jalan Raya Puncak Bogor, Cisarua, Bogor, Senin 24 Juni 2024.

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang di lakukan oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kawasan Gunung Mas Puncak. Penertiban PKL ini merupakan instruksi Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu yang tujuannya agar ratusan pedagang di kawasan Puncak mengisi kios yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni Rest Area Gunung Mas. Penertiban ini juga bertujuan untuk meminimalisir kemacetan dan mencegah sampah liar menumpuk di sembarang tempat yang bahkan hingga memicu banjir serta pencemaran lingkungan.

Melansir dari laman Liputan6.com, terdapat 503 lapak PKL yang ditertibkan untuk segera pindah ke Rest Area Gunung Mas.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara mengatakan bahwa sebanyak 450 personel gabungan dari Satpol PP, kepolisian dan TNI terlibat untuk membongkar lapak PKL yang berdiri mulai dari Simpang Tamansari Bogor sampai dengan kawasan Riung Gunung ini.

“Ratusan PKL itu tidak memiliki legalitas karena berdiri atas area publik seperti trotoar, di atas saluran air dan lahan kebun,” ujar Rhama.

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu juga menyebut bahwa penertiban dilakukan untuk memanfaatkan rest area di Gunung Mas yang telah selesai dibangun.

“Yang namanya penolakan itu biasa, ini sebenarnya bukan penggusuran tetapi penertiban, penataan kawasan Puncak Bogor. Terutama sepanjang jalur ini, karena pemerintah pusat telah menyiapkan rest area dengan anggaran yang cukup fantastis, tapi tidak dimanfaatkan selama ini,” kata Asmawa.

“Pedagang yang tidak memiliki izin di sepanjang jalur Puncak ini memang harus dipindahkan, ditata di rest area,” cetusnya.

Ia juga menyebut bahwa masih ada sekitar 80 pedagang yang menolak untuk direlokasi. Pedagang yang setuju, lanjutnya, ada sekitar 300. Pihaknya juga telah memberikan solusi terbaik untuk para pedagang agar pindah ke rest area Gunung Mas.

“Insentif yang diberikan pemerintah Kabupaten Bogor terkait pemanfaatan rest area ini misalnya 6 bulan ke depan dibebaskan retribusi. Kemudian jalur alternatif, jadi pihak Gunung Mas membuka sehingga keluar masuk itu lewat rest area, sehingga diyakini akan ramai,” ujarnya.

“Kemudian fasilitas lainnya misalnya penyambungan air bersih dibuatkan gratis juga. Dibuatkan event-event di sini, sehingga tetap ada konsentrasi massa di rest area, itu yang sudah kita siapkan,” jelasnya.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR