BerandaBeritaRadar Banten Mulai Gelar Penjurian CSR Impact Challenge 2025

Radar Banten Mulai Gelar Penjurian CSR Impact Challenge 2025

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Radar Banten resmi memulai rangkaian kegiatan CSR Impact Challenge 2025, ajang yang bertujuan mengapresiasi perusahaan atas kontribusinya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 18 perusahaan dari berbagai sektor di Provinsi Banten ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Tahapan pertama dari CSR Impact Challenge tahun ini adalah proses penjurian, yang berlangsung di Graha Pena Radar Banten sejak Senin, 6 Oktober 2025 hingga Rabu, 8 Oktober 2025.

Pada tahap ini, setiap perusahaan berkesempatan memaparkan program CSR unggulannya di hadapan para dewan juri.

Baca Juga: PIK 2 Fokus Gelontorkan CSR di Kota Serang

Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, yang turut menjadi peserta, menyampaikan bahwa sebagai institusi publik, pihaknya memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap masyarakat

“Sebagai salah satu institusi publik saja kami sangat peduli terhadap keadaan kondisi masyarakat saat ini, perusahaan tentu harus lebih peduli lagi, jangan hanya mengejar profit, tapi kita harus peduli dengan kondisi masyarakat perlu bantuan apa sesuai kebutuhannya,” kata Danang.

Selain itu, ia menyatakan bahwa adanya program CSR Impact Challenge yang digelar oleh Radar Banten ini nantinya akan dapat menggugah perusahaan untuk bisa lebih baik dalam memberikan CSR-nya.

“Radar Banten CSR Impact Challenge itu akan menggugah para perusahaan untuk bisa lebih baik dalam memberikan CSR-nya,” tutupnya.

Radar Banten Mulai Gelar Penjurian CSR Impact Challenge 2025 (Bantentv.com)
Radar Banten Mulai Gelar Penjurian CSR Impact Challenge 2025 (Bantentv.com)

Pada kesempatan yang sama, Manager CSR PT. Krakatau Posco, Aditya Ari Nugroho mengungkapkan bahwa acara yang digelar oleh Radar Banten ini cukup menarik.

Dirinya berharap program tersebut dapat konsisten digelar dan lebih inovatif, dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta dikuti oleh lebih banyak peserta.

“Program CSR ini sangat menarik, kalau bisa konsisten, jadi memacu para perusahaan membuat program inovatif yang bermanfaat buat masyarakat, dan ke depan peserta yang ikut program ini bisa lebih banyak lagi,” kata Aditya.

“Kalo bisa kedepan ada rangkaian selain awarding, lari misalnya”, ucap Aditya.

Sementara itu, Mahdani selaku Kepala Bappeda Provinsi Banten, yang bertugas sebagai juri mengaku bahwa kegiatan yang digelar Radar Banten ini sangat bagus, terutama untuk kehadiran perusahaan industri di Banten terhadap kepedulian lingkungan perusahaannya.

Mahdani juga menambahkan tujuan CSR ini agar perusahaan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

“Program CSR ini sangat bagus, terutama untuk kehadiran perusahaan industri di Provinsi Banten, di penjurian ini juga nanti akan dinilai sejauh mana perusahaan perusahaan telah memberikan manfaat lewat program CRS nya,” ungkap Mahdani selaku juri dalam program CSR Impact Challenge.

Selain itu, Mahdani juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengadakan seleksi ulang calon ketua CSR provinsi Banten dan akan mengumumkannya pada pekan depan.

“Saat ini kami juga di provinsi Banten khususnya di Bappeda Banten sedang mengadakan seleksi calon ketua CSR provinsi Banten yang Insyaallah minggu depan kita sudah umumkan pelaku-pelaku yang selama ini bergerak di CSR bisa mendaftarkan diri,” jelas Mahdani.

Kepala Bappeda Banten itu juga berharap dengan terpilihnya ketua CSR provinsi Banten, kedepan, perusahaan-perusahaan tersebut dapat lebih terarah.

“Ini rencana kita CSR Provinsi itu lebih kepada yang melaksanakan perusahaan sendiri, kita tidak terima uang, jadi uangnya langsung disalurkan ke paket-paket yang kita tawarkan kepada pelaku usaha, kemudian dibangun oleh pelaku usaha dan uang dari pelaku usaha itu yang kita laporkan, sehingga para perusahaan itu juga ikut membantu pembangunan provinsi Banten,” pungkasnya.

Diketahui, dewan juri dalam penjurian CSR Impact Challenge 2025 terdiri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, birokrasi, hingga praktisi dan media.

Unsur akademisi diwakili oleh Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Fatah Sulaiman, sementara unsur birokrasi diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Banten, dr. Mahdani.

Dari kalangan praktisi, hadir penyusun naskah Perda CSR Kota Serang, Yhannu Setiawan. Adapun dari unsur media, penjurian diwakili oleh Pimpinan Tunas Media Promosindo, Delfion Saputra, serta General Manager Banten Raya, Hilman Fikri.

Artikel ini ditulis oleh [Bintang Sandi Putri], peserta program magang di Bantentv.com.
Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.
Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -