Bantentv.com – Puncak arus mudik Lebaran 2026 gelombang kedua diprediksi terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026. Untuk memperlancar pergerakan kendaraan, Korlantas Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal di sejumlah titik ruas jalan tol.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, kebijakan one way tahap dua diberlakukan setelah mempertimbangkan hasil pemantauan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Berdasarkan laporan dari Candi Zebra Satu, Lodaya Zebra Satu, serta hasil monitoring situasi arus lalu lintas yang telah terkendali, maka pada hari ini Jumat, 27 Maret 2026 pukul 10.23 WIB, pelaksanaan one way tahap dua presisi dinyatakan dibuka,” ujar Dudy kepada wartawan.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal One Way dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026
One Way Prioritaskan Arus Kendaraan
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho menjelaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai bagian dari manajemen pengaturan kendaraan, khususnya untuk mengantisipasi kepadatan arus perjalanan di jalur Trans Jawa.
Menurutnya, pemantauan juga dilakukan terhadap pergerakan kendaraan dari wilayah Jawa Barat hingga jalur Trans Sumatra yang terhubung melalui Pelabuhan Bakauheni, Merak, hingga Cikupa.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Baca Juga: Ganjil Genap saat Mudik Lebaran akan Diusulkan
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), termasuk pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dan pengelolaan jalur tol.
Sistem one way direncanakan diberlakukan mulai Kilometer 70, dengan pembersihan jalur serta rest area dilakukan dua jam sebelum penerapan. Selain itu, sistem ganjil genap akan diterapkan dari Km 47 hingga Km 414 ruas Semarang–Batang, serta contraflow dari Km 47 hingga Km 70.
Rekayasa lalu lintas serupa juga akan diberlakukan saat arus balik guna memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman selama periode Lebaran.
Editor : Erina Faiha