BerandaBeritaPasca Insiden Bekasi, Dirut KAI Sebut Keselamatan Penumpang Tidak Mengenal Gender 

Pasca Insiden Bekasi, Dirut KAI Sebut Keselamatan Penumpang Tidak Mengenal Gender 

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Hal ini disampaikan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, sebagai respons atas perhatian publik terkait penempatan gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta.

Menurut KAI, standar keselamatan diberlakukan secara menyeluruh tanpa membedakan jenis kelamin. Seluruh penumpang, baik laki-laki maupun perempuan, mendapatkan perlindungan yang sama dalam setiap perjalanan.

“Kami perlu menegaskan juga bahwa keselamatan ada prioritas utama kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun gendernya perempuan,” ujarnya, dikutip dari Detik.

Alasan Penempatan Gerbong Khusus Perempuan

KAI menjelaskan bahwa keberadaan gerbong khusus perempuan lebih ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan rasa aman selama perjalanan. Penempatan gerbong tersebut di bagian depan dan belakang rangkaian bukan tanpa alasan.

Selain memudahkan akses, posisi tersebut dinilai strategis karena dekat dengan petugas keamanan.

Baca Juga: Update Terbaru! Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Naik Jadi 16 Orang

Lebih lanjut, KAI menambahkan bahwa pemisahan ini juga bertujuan mencegah tindakan pelecehan di dalam kereta serta memberikan ruang yang lebih nyaman bagi penumpang perempuan.

“Selama ini kami lakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek, aspek pertama adalah agar tidak terjadi harassment. Kedua adalah memberi kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau wanita juga. Ketiga adalah memberikan security yang lebih karena lebih dekat dengan penjaga di ujung,” ucapnya.

Insiden Bekasi dan Usulan Evaluasi

Perhatian terhadap kebijakan ini meningkat setelah insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. 

Dalam kejadian itu, seluruh korban diketahui merupakan penumpang perempuan karena gerbong yang terdampak berada di bagian belakang rangkaian, yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Menanggapi insiden tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -