Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kota Serang membongkar bangunan liar yang berdiri di atas Irigasi Induk Cibanten. Proyek ini, yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Banten, bertujuan mengembalikan fungsi aliran air guna menekan risiko banjir yang sering merendam pemukiman warga dan kawasan Royal Baroe.
Kondisi pendangkalan yang luar biasa terlihat jelas di saluran Irigasi Induk Cibanten yang melintas di pemukiman warga Kelurahan Cimuncang dan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, pada Rabu siang. Hujan dengan intensitas tinggi kerap membuat air meluap ke pemukiman warga.
Sebagai solusi permanen, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bersama Pemerintah Provinsi Banten, melakukan normalisasi total. Proses ini mengharuskan pembongkaran sejumlah bangunan liar yang berada di atas aliran air, jembatan, dan sarana umum lainnya.
“Itu kan dangkal banget menyebabkan banjir, termasuk berdampak ke Royal juga dan hari ini dikerjakan oleh provinsi dukungan dari Pak Gubernur dan di situ banyak bangunan rumah,” ujar Budi Rustandi, Wali Kota Serang.
Baca Juga: Cegah Banjir, Budi Rustandi Normalisasi Induk Irigasi Cibanten Taman Sari
Dua masjid yang menjorok ke atas aliran irigasi dipastikan terdampak. Namun, melalui pendekatan persuasif terhadap warga, pemerintah berencana hanya membongkar bagian yang menghambat aliran air.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Serang akan memberikan bantuan ganti rugi terhadap fasilitas tempat ibadah yang terdampak, seperti pemunduran pagar, sehingga fungsi rumah ibadah tetap berjalan sementara aliran air kembali lancar.
“Mereka sudah mulai ada membongkar secara mandiri dan ada dua pembangunan masjid yang posisinya di atas saluran air atau aliran irigasi dan kita akan membongkar juga dan kita sudah sepakat juga sama warga,” pungkas Budi.
Normalisasi ini diharapkan menjadi jawaban atas masalah banjir menahun di Kota Serang. Program ini juga menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penataan tata ruang air, termasuk mempercepat aliran air menuju hilir dan mengembalikan fungsi saluran Induk Cibanten seperti sedia kala.
Editor : Erina Faiha