Lebak, Bantentv.com – Wilayah adat Baduy yang terletak di pedalaman Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, selama ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Kawasan ini dikenal karena keasrian alamnya yang terjaga dan kehidupan masyarakatnya yang masih memegang teguh tradisi leluhur.
Bukan hanya pemandangan dan budaya yang memikat, tetapi juga musim durian yang selalu ditunggu para pengunjung.
Kawasan adat Baduy kerap dipadati wisatawan saat musim liburan. Lingkungan perkampungan yang tetap alami, lengkap dengan suasana tenang dan pola hidup warganya yang sederhana, memberi pengalaman berbeda bagi para pelancong.
Di tengah daya tarik tersebut, ada satu hal yang tak pernah gagal mencuri perhatian, yaitu durian lokal khas pedalaman.
Pohon-pohon durian tumbuh subur di hutan sekitar permukiman Baduy, menjadikannya buruan favorit terutama bagi pecinta durian.

Wisatawan mengaku ketagihan dengan cita rasa durian Baduy yang dikenal manis, legit, dan meski ukurannya kecil, daging buahnya tebal.
Banyak dari mereka menikmati durian ini sambil menyeruput kopi pahit di tengah suasana yang tenang, menjadikannya pengalaman yang sulit ditemukan di perkotaan.
Fani, wisatawan asal Bogor, bahkan mengaku sudah dua kali datang hanya untuk merasakan kembali durian dari wilayah adat tersebut.
Ia mengatakan bahwa durian Baduy memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya ingin kembali lagi. Selain rasanya, ia juga mengaku menyukai ketenangan yang ia temukan di wilayah adat itu.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Durian yang Nyaman dan Harga Terjangkau di Banten
“Saya kesini udah dua kali. Sebelumnya itu tiga tahun yang lalu, waktu itu saya malah sempat ikut saat panen durian, ramai sekali. Duriannya berwarna putih pucat tapi manis ternyata,” ujar Fani.
Sementara itu, Ayah Edi, warga Baduy Luar sekaligus pedagang durian, membenarkan bahwa banyak pemburu durian datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Tangerang.
“Peminatnya cukup banyak. Gak sedikit yang minta langsung makan di sini,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa musim durian tahun ini sebenarnya lebih sepi daripada biasanya karena cuaca ekstrem membuat sebagian pohon gagal berbunga. Kondisi tersebut mengakibatkan buah menjadi lebih sedikit dan harga mengalami kenaikan.
Meski begitu, minat terhadap durian Baduy tetap tinggi. Banyak pecintanya yang rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati cita rasa durian lokal yang terkenal otentik ini.